Senin, 21 Februari 2011

Rekor Harga Emas Pecah Lagi

14 Juli 2011

Harga emas kembali memecahkan rekor tertingginya, merespons semakin dalamnya krisis di Eropa kemungkinan keluarnya stimulus lanjutan dari Bank Sentral AS (The Fed).

Sejak awal perdagangan, harga emas langsung naik setelah Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke menyatakan bank sentral sedang mempertimbangkan kemungkinan tambahan kebijakan guna mendukung perekonomian jika semakin memburuk.

Pada perdagangan Rabu (13/7/2011), harga emas di pasar spot naik hingga 0,9% menjadi US$ 1.578,89 per ounce. Emas berjangka Agustus ditutup naik US$ 23,20 menjadi US$ 1.585,50 per ounce. Rekor tertinggi harga emas sebelumnya adalah US$ 1.575,79 per ounce yang dicetak 2 Mei lalu.

Beberapa pengamat pasar memperkirakan harga emas akan terus meningkat hingga di atas US$ 1.600 per ounce pada akhir tahun ini, sementara opsi yang bullish memperkirakan harga emas tembus US$ 1.700 per ounce pada Desember.

Kekhawatiran seputar meluasnya krisis Eropa ke Italia, yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar ketiga di kawasan tersebut, serta kemungkinan buntunya pembicaraan seputar utang AS terus mendongkrak harga emas.

"Kita memiliki kekhawatiran dan risiko di Eropa dan kita mendapatkan reli aset-aset-aset yang berisiko didukung pernyataan Bernanke yang mendukung The Fed untuk menstimulasi perekonomian, yang dirujuk orang-orang sebagai kebijakan Quantitative Easing 3," ujar Jeffrey Sherman, manajer portofolio komoditas DoubleLine Capital seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/7/2011).

Emas akan mendapatkan keuntungan dari tambahan kebijakan stimulus AS karena langkah serupa sebelumnya telah melemahkan dolar AS dan mengacaukan inflasi. Sementara memburuknya krisis utang di Eropa juga akan memicu para pembuat kebijakan untuk mengeluarkan stimulus serupa yang akan menaikkan kinerja harga emas.

The Fed telah mengakhiri kebijakan pembelian surat berharga senilai US$ 600 miliar atau yang dikenal sebagao Quantitative Easing tahap 2. Tambahan uang ke sistem moneter itu secara efektif telah menurunkan suku bunga AS. Harga emas telah naik hingga 30% setelah pidato Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke pada Agustus 2010, atau setelah dimulainya kebijakan QE2.

Menurut Mark Luschini, chief investment strategis Janney Montgomery Scott, ketidakpastian finansial dan fiskal kemungkinan akan memicu pembelian emas, sehingga harganya terangkat di atas US$ 1.600 per ounce hingga akhir tahun.

"Hal terburuk untuk emas adalah jika perekonomian berjalan dengan baik sehingga Bank Sentral AS memulai normalisasi kebijakan moneter, atau kondisi di komunitas Eropa mulai pulih. Seperti yang dapat kita lihat, tidak keduanya terjadi," ujar Luschini.

Harga Minyak Naik Lagi

Selain emas, harga minyak mentah dunia juga ikut menguat, dipicu oleh penurunan cadangan minyak mentah AS yang mengindikasikan permintaan minyak di negara konsumen terbesar itu masih besar.

Data dari Departemen Energi AS menunjukkan cadangan minyak mentah merosot hingga 3,1 juta barel pada pekan lalu, atau hampir 2 kali lipat dari perkiraan analis.

Minyak West Texas Intermediate pengiriman Agustus tercatat naik 62 sen menjadi US$ 98,05 per barel. Minyak Brent juga naik 1,03 dolar menjadi US$ 118,78 per barel.

Sumber: detikFinance

Harga Emas Kembali Sentuh Rekor Tertinggi

Raih Keuntungan Berlipat dari Investasi Emas

28 Juli 2011


Harga emas semakin hari semakin tinggi. Hampir setiap hari harga emas selalu melambung mencatatkan rekor harga tertinggi sepanjang sejarah. Pada penutupan harga perdagangan emas kemarin (27 Juli 2011), harga emas ditutup pada level USD 1,625.00 per troy ounce (Today Gold Investment). Dan ini adalah merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah harga emas dunia.

Kenaikan harga emas di tahun 2011 ini cukup cepat. Pada awal Januari 2011, harga emas masih berkisar di harga USD 1,388.50 per troy ounce. Pada akhir Juni 2011, harga emas sudah bertengger di harga USD 1,505.50 per troy ounce. Dari grafik kenaikan harga emas selama 2011 ini kecenderungan trend harga emas selalu naik dan kenaikan selama 7 (tujuh) bulan ini telah mencapai USD 236.50 (atau sebesar 17,03% dari harga awal tahun).

Di dalam negeri sendiri, harga emas berdasarkan harga dari Antam, untuk LM 100 gram, harga per gramnya telah mencapai Rp 450.240,00.

Kenaikan harga emas ini disebabkan adanya kekhawatiran investor atas perekonomian dan utang Amerika Serikat dan Eropa. Masalah utang di kedua sisi Atlantik tersebut memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi atau bahkan resesi ganda (double-dip) yang akan menurunkan permintaan energi secara global. Saat ini juga harga minyak dunia juga cenderung melemah. Akibatnya para investor lari dari minyak ke emas dan perak.

Para analis menilai bahwa di tahun 2011 ini, harga emas dapat mencapai USD 1,800 per troy ounce. Sedangkan harga perak dapat menembus USD 70 per ounce (dikutip dari bloomberg). Tidak tertutup kemungkinan bahwa prediksi para analis ini akan terbukti pada akhir tahun 2011 ini.

Melihat adanya peluang kenaikan harga emas tersebut di tahun 2011 ini, maka saat ini sangatlah tepat apabila kita ingin melakukan investasi pada produk ini. Namun untuk melakukan investasi emas, tidaklah cukup dengan hanya membeli produk emas, kemudian disimpan saja. Karena dengan membeli emas dan menyimpannya, tentulah masih dibutuhkan biaya penyimpanan (misalkan menyewa Safe Deposit Box di bank).

Saat ini sudah banyak lembaga yang menawarkan investasi dalam bentuk emas. Jenis investasi ini mungkin hampir sama seperti sistem apabila kita akan berinvestasi di surat-surat berharga. Investasi melalui lembaga investasi ini, para investor yang akan menginvestasikan dananya ke dalam bentuk emas akan lebih mudah dan aman. Karena para investor cukup menyetorkan sejumlah dana yang kemudian akan dikelola oleh lembaga investasi ini. Kita juga akan dipandu oleh para trader manager yang memiliki pengalaman dan pengetahuan analisis atas pergerakan harga emas, sehingga para trader manager inilah yang kelak akan memberikan advice bagi para investor untuk melakukan transaksi jual atau beli. Dengan demikian, selain mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga emas, investasi yang dilakukan juga relatif lebih aman.

Investor juga dapat menanamkan dananya sesuai dengan kemampuannya. Selanjutnya para trader manager akan mengelola dana yang telah diinvestasikan tersebut untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Salah satu lembaga investasi yang menawarkan jasa pengelolaan investasi emas, perak dan platinum adalah Today Gold Investment. Today Gold Investment memiliki para analis yang handal dan berpengalaman yang dapat membantu para investor untuk memperoleh penghasilan dan keuntungan maksimal atas dana yang diinvestasikan tersebut.

Today Gold Investment adalah perusahaan yang bergerak di bidang investasi metal, seperti platinum, perak, dan emas. Today gold income adalah trader manager Anda, yang memiliki analis dan trader yang sangat prodessional dan berpengalaman di bidangnya, dengan mempercayakan investasi Anda kepada Today Gold Investment, maka Anda akan mendapatkan income tambahan bahkan setiap harinya.

Untuk berinvestasi melalui Today Gold Investment, diberikan beberapa bentuk investasi (plan), yaitu:
125% after 1 day
Plan Spent Amount (US$) Profit (%)
Plan 1 $10 - $1,999 103.00
Plan 2 $2,000 - $5,000 125.00

230% after 5 days
Plan Spent Amount (US$) Profit (%)
Plan 3 $50 - $1,999 130.00
Plan 4 $2,000 - $5,000 230.00

300% after 30 days
Plan Spent Amount (US$) Profit (%)
Plan 5 $500 - $1,000 250.00
Plan 6 $2,000 - $5,000 500.00

8% daily for 365 days
Plan Spent Amount (US$) Daily Profit (%)
daily plan $2,000 - $3,000 8.00

Di samping profit yang akan diperoleh dari investasi tersebut, juga akan diperoleh penghasilan dari setiap referral (member yang mendaftar melalui account Anda) yang telah menginvestasikan dananya, yaitu:
Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana cara berinvestasi dan memperoleh keuntungan berlipat dari emas, silakan klik di: Today Gold Investment.

Bikin Rekor Lagi, Harga Emas Incar USD 1.300

Senin, 21 Juni 2010 | 08:01 WIB







Pedagang emas di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, menimbang perhiasan.


JAKARTA, KOMPAS.com - Pesona harga emas belum memudar. Analis memperkirakan tahun ini harga emas berpeluang menembus 1.300 dollar AS per troy ounce. Para investor bakal mengalihkan dananya dari mata uang ke logam mulia.

Analis Standard Bank Plc, Bruce Ikemizu, menilai, mata uang euro dan dollar Amerika Serikat mungkin akan kehilangan daya tariknya. Sebab, kondisi ekonomi di negara maju saat ini masih di bawah negara-negara emerging market seperti China.

Saat ini belum ada instrumen investasi yang pas untuk menggantikan dollar AS dan euro. Maka itu, menurut Ikemizu, pilihannya adalah emas.

"AS tidak lagi mendominasi perekonomian dunia. Kini yang mendorong ekonomi global adalah pertumbuhan negara-negara berkembang," kata Ikemizu di Jepang, seperti dikutip Bloomberg, pekan lalu.

Pada perdagangan di New York Mercantile Exchange Jumat (18/6/2010) lalu, harga emas pengiriman Agustus ditutup mengaut 9,60 dollar AS pada 1.258,30 dollar AS per ounce. Ini merupakan posisi tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan dalam perdagangan harian harga logam mulia ini sempat menyentuh rekor tertinggi harian pada 1.263,70 dollar AS.

Adapun untuk harga emas pengiriman terkini, ditutup pada posisi 1.257,20 dollar AS per troy ounce. (Sandy Baskoro/Kontan)

Grafik Harga Emas selama Sebulan

Minggu, 20 Februari 2011

Prediksi Harga Emas di Tahun 2009

Emas menjadi salah satu aset investasi andalan di 2009. Hal ini terkait prediksi naiknya harga emas serta minimnya faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pergerakan logam mulia. Investasi emas selain aman juga menjanjikan.

Emas pada perdagangan Asia hari Jumat (2/1) terpantau menguat seiring meningkatnya permintaan komoditi logam mencapai 5,8% pada penghujung 2008 lalu. Bertambahnya permintaan logam menjadi angin segar bagi sektor industri logam di tengah melambatnya perekonomian global.

Harga emas di perdagangan Singapura naik US$ 2,1 menjadi US$ 881,55 per ons. Sedangkan emas untuk kontrak Februari turun 0,2% menjadi US$ 882,4 per ons. Sepanjang Desember, emas sudah mengalami peningkatan 10% seiring melemahnya dolar dan turunnya harga logam, tembaga dan aluminium.

"Emas naik sedikit pada periode liburan ini. Terdapat beberapa indikator yang mendorong aksi profit taking sebelum liburan usai," jelas Jonathan Barratt, Managing Director Commodity Broking Services di Sydney, kemarin.

Harga emas di awal 2007 masih bertengger di US$ 640 per troy ounce dan sempat melejit memecahkan rekor tertinggi di harga US$ 1.125 per troy ounce pada 2008. Hal itu tidak terlepas dari melejitnya harga minyak mentah dunia yang sempat mencetak rekor tertinggi US$ 147 per barel Juli 2008 lalu.

Meskipun harga minyak dunia untuk pengiriman Februari 2009 melorot 1,5% menjadi US$ 39,31 per barel, hal ini belum mengindikasikan dimulainya tren penurunan banderol emas.

Pasalnya, faktor pendorong emas bukan hanya minyak bumi. Beberapa faktor diindikasikan bisa mendongkrak harga emas 2009, seperti ekspektasi investor bahwa emas merupakan salah satu pilihan ivestasi yang aman. Apalagi banderol emas juga dipengaruhi pergerakan kurs dolar AS, sehingga ketika dolar melemah, emas akan diminati.

Ashraf Laidi, pemimpin market strategist di CMC World Markets London mengatakan, emas kemungkinan menguat di 2009. Laidi mencatat kinerja positif emas selama 2008 dibandingkan semua mata uang selain Jepang. "Ketika imbal hasil merosot dan deflasi, emas membuktikan menjadi instrumen untuk melawan uang kertas," paparnya

Emas awal 2008 dimulai di level US$ 840,3 sementara saat ini naik ke level US$ 882, dibantu penguatan euro terhadap dolar AS serta ketegangan geopolitik setelah Israel menyerang Gaza. "Target kenaikan harga emas mencapai level US$ 920," imbuhnya.

Citigroup awal Desember juga meramalkan bahwa harga emas dapat mencapai US$ 2,000 per troy oz dalam dua tahun mendatang. Prediksinya adalah akhir 2009.

Tom Fitzpatrick, Chief Technical Strategist dari Citigroup mengatakan, melonjaknya harga emas disebabkan karena bank-bank sentral dunia telah membanjiri sistim moneter dengan likuiditas berupa uang kertas.

Sehingga akan berujung pada dua ekstrem yaitu inflasi memuncak, dan spiral depresi, kerusuhan bahkan bisa timbul perang. "Ekstrem manapun yang terjadi, akan membuat harga emas tetap naik," katanya.

Hal senada diungkapkan Paul Volcker, Chariman of Economic Recovery Advisory Board yang diangkat oleh presiden terpilih Barack Obama. Menurutnya, dampak dari krisis ini adalah kerusakan sistim finansial yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Pernyataan ini patut dipertimbangkan mengingat Paul pernah menjabat sebagai Charirman dari US Federal Reserve 1979-1987 saat pemerintahan Presiden Carter dan Ronald Reagan.

Secara umum harga emas dunia bergerak berlawanan arah dengan kekuatan mata uang dolar AS. Saat ini dolar relatif perkasa dengan indeks dolar mencapai 84 sehingga emas diprediksi akan melemah lagi pada harga US$ 822 per troy oz.

Namun, tren melemahnya dolar sudah mulai terasa beberapa pekan terakhir. Hal ini mencerminkan kondisi Amerika sebagai negara pengutang terbesar saat ini, dan pemerintahan yang sekarang membuat blunder dengan utang yang tidak akan bisa dibayar sampai beberapa generasi mendatang.

Sejak berdirinya AS selama lebih dari 240 tahun, utang yang tercatat hanya US$ 9 triliun. Namun akibat krisis finansial global, pemerintah sekarang telah berutang atau membuat komitmen utang untuk berbagai program bailout sebesar US$ 8,5 triliun.

Ini berarti, kalau dolar anjlok harga emas akan melejit dua kalinya atau bahkan lebih mencapai level US$ 1600. Namun investor harus berhitung cermat sebelum berbelanja logam mulia. Selain itu juga harus memperhatikan kondisi AS dalam tiga bulan pertama 2009. Di rentang waktu itulah tren pergerakan banderol emas akan jelas terlihat. [E1]

Sumber: INILAH.COM

Pilih Investasi CPO atau Emas?

Dua komoditas saat ini tengah menjadi perhatian dunia, yaitu minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan emas. Harga Emas dunia saat ini berada pada level US$1.372 per troy ounce.

Peningkatan harga ini terjadi sekitar 30 persen dalam setahun terakhir. "Analis memperkirakan harga emas akan berada dikisaran US$1.450 per troy ounce, sampai akhir tahun ini," kata CEO Indonesia Commodity and Derivatives Exchange Megain Widjaja ketika dihubungi VIVAnews di Jakarta.

Data US Geological Survey (USGS), memperlihatkan bahwa produksi emas naik 2,26 ton menjadi 2.350 ton pada 2009. Produksi ini, 9,6 persen di bawah puncaknya pada 2001.

Thomas Chaize, pengamat emas dari GoldSeek.com seperti dikutip VIVAnews, mengamati bahwa penurunan produksi telah membuat harga emas melambung tinggi. Dalam satu dekade, harga emas naik dari US$275 troy ounce (1 troy ounce setara 31,1 gram) menjadi lebih dari US$1.300 pada bulan ini.

Sementara itu, harga CPO dunia saat ini mencapai level US$890 per ton. "Hingga akhir tahun, harganya akan berada dikisaran US$900–950 per ton," ujar Nico Omer Jonckheere, vice president PT Valbury Asia Securities di Jakarta.

Artinya, ada kenaikan sekitar 40,11 persen dibandingkan rata-rata harga CPO pada tahun lalu (2009), yakni di level US$678 per ton. Nilai itu jauh lebih tinggi dari ekspektasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) yang hanya memprediksikan naik sebesar 12 persen.

Kenaikan harga ini juga disebabkan tidak seimbangnya antara permintaan dan ketersediaan barang untuk CPO.

Riset OSK Investment meningkatkan target price earning ratio (PER) untuk saham perkebunan dari 15 kali menjadi 18 kali untuk tahun 2011.

Minimnya produksi CPO dunia tak terlepas, karena faktor cuaca yang tidak menentu, curah hujan yang tinggi, serta adanya ancaman badai La Nina. Imbasnya, harga pun terus membumbung dan marjin keuntungan yang diperoleh perusahaan berbasis CPO menjadi semakin besar.

Kondisi ini diakui beberapa pelaku pasar sebagai kondisi positif (bulish). "Komoditas Indonesia bulish sampai tahun 2011," kata Direktur Utama Ciptadana Securities Ferry Budiman Tanja.

Sedangkan Megian Widjaja menilai, kondisi ini seharusnya dijadikan momentum untuk menambah portofolio investasi. "Meski indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia juga tengah baik, ada baiknya sebagai diferensiasi portofolio investasi, mengalihkannya sebagian ke komoditas," kata dia.

Emas, dia melanjutkan, memiliki stabilitas lebih baik ketimbang jenis investasi lainnya. Data Indonesia Commodity and Derivatives Exchange menunjukkan, volatilitas emas dalam satu tahun sebesar 18,7 persen. "Ini yang menyebabkan China switch (beralih) investasi ke emas," kata Megian. Sementara itu, tingkat imbal hasil dari emas dalam dua tahun sebesar 27-30 persen.

Bagaimana dengan CPO? Menurut Megian, dengan harga Rp7.235 per kilogram untuk pengiriman Oktober, investasi CPO memiliki tingkat pengembalian sebesar 13,75 persen. Sementara itu, periode yang sama tahun lalu, tingkat pengembalian investasi CPO minus 20 persen. Jadi, pilih CPO atau emas?

Sumber: VIVAnews

Senin, 29 November 2010

Sertifikasi DPS BPRS, Riwayatmu Kini


Hari ini (29 Nopember 2010) Dewan Syariah Nasional (DSN) kembali mengadakan training sertifikasi Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk BPR Syariah angkatan ke II. Angkatan Pertama sudah dilaksanakan pada bulan Juli lalu. Training ini diadakan bersama Bank Indonesia untuk meningkatkan kompetensi para DPS dalam melakukan pengawasan kepatuhan produk dan praktek BPRS terhadap prinsip syariah.

Sebagaimana pelaksanaan pada angkatan pertama, pelaksanaan kali ini juga dibayangi keraguan oleh para praktisi bank syariah. Bukan karena content pelatihannya, tapi biaya yang dikenakan kepada BPRS relatif murah. Beda misalnya dengan tarif yang dikenakan oleh lembaga Certif untuk BPRS yang bisa mencapai 6-7 juta per orang. Sehingga ada anggota DPS-BPRS yang menerima undangan sertifikasi DPS itu bilang, "Dengan biaya segini betul nggak sih kita nginepnya di hotel? Jangan-jangan kita disuruh tidur di tenda kayak anak pramuka yang lagi kemping?" (penasaran.com)

Kebanyakan peserta tidak mengerti bahwa mereka sebenarnya disubsidi oleh Bank Indonesia untuk mengikuti pelatihan ini. Memang kalau sudah soal pengingkatan kompetensi human resource di perbankan syariah, bank sentral kita ini tidak main-main. Dalam rencana draft revisi blue print yang disebutkan tahun lalu oleh Muliaman Hadad, Deputi Gubernur, peningkatan kualitas SDM menjadi sebuah pilar diantara 6 pilar lainnya. Itu artinya perbankan harus menjadikan kompetensi sumber daya insani sebagai salah satu target yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu. Caranya, tentu dengan mengirim para karyawan/pengurus ke pelatihan-pelatihan atau lokakarya-lokakarya, baik domestik maupun internasional.

Pelatihan Sertifikasi DPS mrupakan salah satu pembeda DPS di Indonesia dengan negara muslim lainnya atau negara-negara yang ada bank Islamnya. Di negara-negara muslim lainnya para DPS adalah individu-individu/ulama yang sudah masuk dalam kaliber nasional atau bahkan internasional, sperti Dr. Nizham Ya'qubi, Taqi Usmani, Dr. Sulaiman Almani', Dr. Daud Bakar. Mereka menjadi DPS karena diminta oleh bank/lembaga keuangan islam untuk menjadi DPS (Sharia Board). Lalu diajukan kepada lembaga otoritas seperti bank sentral atau kementrian keuangan, lalu resmilah mereka jadi DPS.
*****

Di Indonesia, seseorang yang mau jadi DPS nggak bisa sembarangan. Syaratnya lumayan berat. Ia harus menguasai fiqih muamalah (hukum Islam tentang kontrak bisnis) dan mengerti tentang transaksi keuangan (perbankan dan lainnya). Ia juga kudu dapat rekomendasi dari DSN. Untuk dapat rekomendasi itu ia musti diwawancarai oleh Badan Pelaksana Harian - DSN. Setelah direkomendasi oleh DSN ia akan diajukan oleh bank kepada Bank Indonesia dan diwawancarai (kata halus untuk fit and proper ). Jika lulus maka barulah ia bisa bertugas di bank syariah yang bersangkutan. Buat yang belum memperoleh sertifikat dari DSN, ia harus dilatih khusus mengenai pengawasan syariah.

Di luar negeri, pelatihan DPS seperti ini nggak pernah ada. Kalaupun ada hanya berbentuk konferensi atau seminar-seminar tentang pengawasan DPS. Isinya merupakan pengajuan pendapat atas produk-produk tertentu oleh ulama tertentu yang menjadi anggota dewan syariah di bank-bank/ lembaga keuangan Islam tertentu. Lalu pendapat itu ditantang dan disanggah, yang kemudian dibalas dengan tanggapan pula. Hasilnya? Yang hadir silakan memutuskan sendiri mana yang boleh dan mana yang tidak, mana yang cocok untuk negara masing-masing dan mana yang tidak. Padahal untuk bisa ikut seminar dan konferensi itu tidak murah. Conference fee nya mahal dan kudu dibayar dalam dollar. Padahal akomodasi dan transport kita musti cari sendiri. Capek deh....


*****
Dari survey ke berbagai daerah tentang hasil pelatihan/sertifikasi DPS oleh DSN dirasakan bahwa hasilnya lumayan baik, terutama dalam membangun kompetensi dan kepercayaan diri para anggota DPS. DPS-DPS yang telah disertifikasi itu menjadi lebih rajin, lebih aktif dalam membangun komunikasi dengan para pengurus dan regulator/pengawas di Bank Indonesia. Para pengurus bank menjadi lebih hati-hati karena DPS yang baru pulang di sertifikasi ini lumayan "galak" dalam memeriksa perjanjian-perjanjian dan tidak ragu-ragu untuk meminta perubahan dalam kontrak-kontrak perjanjian. Padahal kontrak-kontrak itu dibuat bersama notrais yang bayarannya juga nggak murah. DPS kita udah mulai gape cing! kata orang Betawi. Alhamdulilleeeh....
Seorang pengurus bank di Malaysia pernah terlepas omongan, dan secara blak-blakan bilang, yang bakalan jadi pusat keuangan Islam di Asia Tenggara ini adalah Indonesia, bukan Malaysia atau Singapore. Sebagian praktisi di lembaga pengaturan keuangan Islam tingkat dunia juga mengakui hal itu. Persoalannya hanya soal waktu. Kini pemerintah Uganda, Kenya dan Tanzania mengalihkan pelatihan lembaga keuangan mikro nya (termasuk yang Islamic microfinance) ke Indonesia, padahal Malaysia sudah menawarkannya berkali-kali. Nah kalau sudah begini, siap-siap saja untuk menjadi tuan rumah yang tidak pernah berhenti menjamu. Seperti DSN yang tidak bosan-bosannya melakukan sertifikasi DPS untuk lembaga keuangan, baik perbankan, asuransi maupun pasar modal dan lainnya.

Selamat Pak Kiai. Semoga sukses

Dari posting http://cecepmh.blogspot.com/2010/11/sertifikasi-dps-bprs-riwayatmu-kini.html#more