Minggu, 06 April 2008

Penghitungan Dana Pensiun, Pendidikan dan Multiguna

Perhitungan rencana pendidikan, pensiun, dan rencana-rencana keuangan lainnya seperti, pembelian kendaraan, ongkos naik haji,renovasi rumah, dapat anda hitung segera dengan cermat, ringkas dan mudah dimengerti ------> klik disini

Aliran Kas dan Neraca

Perhitungan yang akurat mengenai aliran kas dan neraca keuangan keluarga/pribadi. Membantu mengetahui kesehatan keuangan anda.

Pastikan bahwa neraca keuangan yang anda jalankan tiap bulan tetap sehat !!

Pantauan tiap bulan mengenai neraca kuangan keluarga/pribadi memastikan anda tidak akan mengalami kesulitan keuangan ------> klik disini

Penghitungan Kredit Pemilikan Rumah

Belum mampu beli rumah tunai? Kan ada KPR……….

Anda ingin mengetahui berapa besar maksimal pinjaman yang bisa diperoleh melalui pengajuan KPR, termasuk skema pembayaran hingga lunas? Atau Anda ingin menghitung berapa besar angsuran Anda berkurang, setelah melakukan pelunasan dipercepat?

Semua jawaban atas permasalahan anda dapat terjawab disini. Dengan teknik perhitungan yang ringkas dan jelas, dilengkapi dengan ilustrasi yang mudah dipahami --------> klik disini


Lima Besar Reksadana Dengan Return Tertinggi

Sumber: Tabloid Kontan, Minggu 1 Januari 2008

Jumat, 04 April 2008

Tips Berinvestasi

Dengan semakin banyaknya variasi instrumen investasi memberikan Anda banyak pilihan untuk menentukan isi portofolio, yang diharapkan mampu memenuhi tujuan dan kebutuhan investasi. Namun sebelum Anda memutuskan untuk mengalokasikan dana pada instrumen investasi tertentu, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan. Sehingga keputusan investasi Anda tidak menjadi bumerang dikemudian hari.

1. Pelajari dengan detail setiap produk investasi

Jangan bersikap euphoria dalam menanggapi fenomena yang terjadi dalam dunia investasi. Misalkan ketika Anda mendengar cerita kolega yang NAB reksadana sahamnya meningkat hingga 100% hanya dalam waktu satu tahun. Ini memang bukan cerita bohong ataupun akal-akalan. Tetapi pelajari dahulu mengapa dan kenapa hal itu bisa terjadi.

2. Kenali dahulu karakter risiko dari produk investasi sebelum returnnya.

Terkadang logika kita terabaikan ketika datang tawaran yang menggiurkan untuk berinvestasi pada suatu produk investasi tertentu. Sementara strategi dalam menjual adalah mem-blow up kelebihan (return) dan mengaburkan kelemahan (risiko). Karena itu tempatkan risiko diawal sebelum return dalam mindset investasi Anda. Selanjutnya sesuaikan karakter risiko dari produk investasi tersebut dengan karakter risiko Anda. Apabila Anda adalah tipikal investor yang suka menghindari risiko (more risk averse) maka sebaiknya Anda tidak berinvestasi di pasar saham.

3. Sesuaikan kebutuhan investasi Anda dengan produk investasi

Jika kebutuhan investasi Anda bersifat jangka panjang misal untuk kebutuhan kulian putra Anda 10 tahun kedepan, maka Anda dapat berinvestasi di saham (atau reksadana saham) ataupun property. Apabila Anda mempunyai rencana untuk merenovasi rumah 4 tahun mendatang, reksadana campuran atau emas batangan dan koin dapat menjadi pilihan. Sementara untuk kebutuhan liburan Anda satu tahun kedepan Anda dapat berinvestasi di reksadana pasar uang atau pendapatan tetap.

Selamat berinvestasi!

Tips Membeli Rumah

Ada beberapa hal penting yang patut diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Lokasi menentukan prestasi adalah slogan yang pas untuk menggambarkan prospek dari investasi properti (rumah) Anda.

  • Paling ideal adalah membeli rumah di lokasi strategis karena potensi kenaikannya hampir dapat dipastikan relatif tinggi, misalnya estate yang sudah matang. Tapi kendala yang sering terjadi adalah harganya kelewat mahal.
  • Daerah pinggiran bisa menjadi alternatif tapi perhatikan mengenai akses menuju lokasi (misal adanya jalan tol, kemudahan transportasi umum).
  • Pastikan lokasi properti tidak berada dipinggir kali, kuburan, atau tempat pembuangan sampah.
  • Sebaiknya tidak membeli rumah di kompleks dengan lahan terbatas. Karena pengembang akan kesulitan untuk menata lingkungannya dengan baik, sehingga menghambat potensi kenaikan harga.
Home sweet home...

Cara Menghitung NAB Reksadana

Dalam berinvestasi di reksadana, investor membeli unit penyertaan. Dimana harga persatuan unit dinyatakan dalam nilai aktiva bersih (NAB)

Contoh :

Seorang investor mempunyai dana sejumlah Rp. 50 juta untuk diinvestasikan pada suatu Reksa dana dimana harga perUnit (NAB) reksa dana tersebut senilai Rp. 1,000.
Maka jumlah Unit yang dimiliki investor tersebut adalah:

Rp. 50,000,000 / Rp. 1,000 = 50,000 Unit

Setelah berjalan selama Satu Tahun, NAB reksa dana tersebut naik menjadi Rp. 1,300
Maka keuntungan pertumbuhan yang didapat investor tersebut:

Rp. 1,300 – Rp. 1,000 = Rp. 300 x 50,000 unit = Rp. 15,000,000

Atau pertumbuhan sebesar 30% selama setahun dari nilai investasi awal

Cara menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB):

(Harga Asset + Dividen)- ( Management Fee + Selling Fee + Custodian Fee) /jumlah unit

Cara menghitung keuntungan (return) dari reksadana:

(NAB/unit awal - NAB/unit akhir) / NAB/unit awal

Wakala

Alamat-alamat Wakala:

  • Wakala Adina, Jl. M. Ali No.2 RT 003/04, kel. Tanah Baru, Depok 16426, telp (021) 7756071
  • Wakala Ribat Jakarta, Jl. H. Saidi IV No. 51A, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, telp (021) 75900412, hp 08111887005.
  • Wakala Griya Dinar Jl. Kemitbumen No. 5 Wijilan, Kraton, Yogyakarta. Telepon: (0274)7405454.

Info KPR dan KPA

Istilah-istilah dalam KPR & KPA

Ada dua hal utama yang menjadi perhatian nasabah KPR, yaitu menyangkut bunga dan angsuran. Besarnya bunga akan menjadi beban biaya, dan besarnya angsuran akan mempengaruhi cash flow bulanan.

Jenis-jenis bunga:

  • Bunga fixed : tingkat suku bunga tetap selama jangka waktu yang ditentukan.
  • Bunga flat : tingkat suku bunga dimana suku bunga tidak akan berubah selama jangka waktu yang ditetapkan.
  • Bunga floating : tingkat suku bunga menyesuaikan dengan bunga pasar.
  • Bunga efektif : tingkat suku bunga diperhitungkan dari sisa pokok pinjaman.
  • Annuitas in arrear : bunga diperhitungkan terhadap jumlah pokok yang menurun. Angsuran pertama dibayarkan 1 bulan sejak pencairan kredit (in arrear).

Jenis-jenis angsuran:

  • Angsuran tetap : angsuran per bulan di bayar tetap hingga pelunasan. Meskipun ada kenaikan ataupun penurunan tingkat suku bunga, tidak akan mempengaruhi jumlah angsuran. Kompensasinya adalah jangka waktu pelunasan. Apabila secara relatif suku bunga naik, maka jangka waktu pelunasan akan lebih lama. Sebaliknya apabila secara relatif suku bunga turun, maka jangka waktu pelunasan akan lebih cepat. Kelebihan sistem angsuran jenis ini adalah dari sisi stabilitas pembayaran.
  • Angsuran mengambang (floating) : angsuran per bulan disesuaikan dengan tingkat suku bunga yang berlaku. Pada saat suku bunga naik berarti jumlah angsuran pun akan mengalami kenaikan. Dan sebaliknya pada saat suku bunga turun, jumlah angsuran akan mengalami penurunan.
  • Angsuran suka-suka :angsuran per bulan di bayar bebas. Kompensasinya adalah biaya bunga yang akan dibayar lebih mahal, apabila secara relatif jumlah angsuran nilainya kecil. Dan sebaliknya apabila secara relatif jumlah angsuran nilainya besar, maka biaya bunga yang akan dibayar menjadi lebih kecil. Kelebihannya system angsuran ini adalah dari sisi fleksibilitas.

Menggapai Mimpi Melalui Investasi

Sekarang memang jaman serba instant. Setiap orang sepertinya merasa tidak punya cukup waktu, tenaga, dan kesabaran untuk sekedar menyeduh teh dalam teko panas sebelum siap disajikan. Atau meracik bumbu mie goreng dari bahan alami yang lebih jelas kualitas kesehatannya. Begitu pula halnya dalam berinvestasi. Meskipun 1001 modus penawaran investasi instant telah membuktikan kebobrokannya, tapi tidak juga membuat masyarakat jera. Dari yang dilakukan secara akal sehat dengan presentasi bisnis yang memikat dan meyakinkan, hingga cara penggadaan uang yang sulit untuk di nalar dengan akal sehat. Motivasi yang begitu besar untuk cepat menjadi kaya adalah penjelasan logis mengapa orang rela mencoba untuk menjadi korban berikutnya, dalam penipuan berkedok investasi ini.
Dalam ilmu investasi dikenal teori paten yang mengatakan bahwa dalam setiap return (imbal hasil) selalu mengandung risiko. Bahkan pada instrumen investasi bebas risiko sekalipun, deposito misalnya. Saat ini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya menjamin deposito dengan nilai maksimal 100 juta, sehingga selebihnya menjadi risiko deposan apabila bank mengalami kebangkrutan atau likuidasi. Pada prinsipnya adalah return yang akan tinggi akan diikuti dengan risiko yang tinggi pula. Perkembangan pada instrumen investasi yang semakin beragam kemudian menawarkan berbagai variasi return dan risiko yang berbeda.
Saat ini deposito memang menjadi produk investasi yang tidak lagi menarik. Seiring dengan penurunan suku bunga SBI, bunga deposito kini ditawarkan pada kisaran 5% hingga 7%. Jika dihitung dengan laju tingkat inflasi pada kisaran 7% dan dikurangi pajak 20% maka bukan lagi untung yang diperoleh para deposan tapi buntung. Karena itu apabila Anda tidak mempunyai waktu, tenaga dan pikiran yang cukup untuk menginvestasikan dana berlebih Anda pada sektor riil, mulai kenalilah berbagai instrumen investasi keuangan lain yang lebih menjanjikan dibanding deposito.

Check Up Cash Flow

Berapa sebenarnya pendapatan bersih Anda selama satu bulan? Lalu berapa sebenarnya yang harus Anda keluarkan untuk kebutukan pokok dan rutin setiap bulan? Masih adakah sisa dari pendapatan Anda yang bisa disisihkan, atau justru Anda harus menutupnya dengan hutang? Sebagian dari Anda pasti sulit untuk menjawab secara pasti. Segera lakukan check up terhadap aliran kas keluarga Anda! Jangan-jangan tanpa anda sadari, ternyata biaya shopping dan perawatan tubuh anda lebih besar dari tabungan pendidikan buah hati anda. Atau ternyata kontribusi hutang anda yang besar terhadap total pengeluaran, adalah untuk membiayai gaya hidup anda yang tinggi, home theatre berikut TV plasmanya, kamera digital tercanggih, atau membeli laptop yang manfaatnya buat anda tidak sebesar beban biaya yang harus anda tanggung. Apakah aliran kas anda hanya untuk membiayai kebutuhan yang habis dikonsumsi pada satu waktu saja, tanpa anda menyisakan untuk kepentingan proteksi dan investasi. Sehingga peningkatan kesejahteraan financial keluarga anda berjalan merambat seperti keong atau justru jalan ditempat. Selalu ada waktu untuk melakukan koreksi dan revisi, it’s better late then never.
Untuk itu Anda membutuhkan bantuan catatan aliran kas (cash flow) yang akan memerinci semua pendapatan dan pengeluaran Anda. Saya yakin sebagian besar dari Anda belum pernah melakukan pencatatan aliran kas, dengan berbagai sebab. Padahal sebenarnya aktivitas ini sangat diperlukan untuk memantau dan mengawasi setiap aliran dana keluar dan masuk dalam keluarga Anda, sekaligus sebagai acuan dalam mengevaluasi kesehatan keuangan keluarga Anda. Dalam hal ini Anda harus melibatkan pasangan Anda.
Cash flow yang Anda buat adalah catatan aliran kas keluarga Anda, baik yang berbentuk penerimaan ataupun pengeluaran. Jadi Anda tidak sedang membuat suatu penganggaran belanja keluarga Anda. Karena Anda sedang berusaha ingin mengetahui perilaku keuangan keluarga Anda selama ini, dan kemudian melakukan evaluasi. Apakah selama ini Anda telah memiliki aliran kas yang sehat. Untuk menghitung berapa besaran untuk setiap pos penerimaan dan pengeluaran Anda, buatlah sejujur mungkin dan ingat keterbukaan keuangan dalam keluarga sangat dibutuhkan untuk membuat pencatatan ini valid.
Tahap selanjutnya setelah Anda berhasil membuat cash flow keluarga Anda, segera lakukan check up! Pertama, perhatikan porsentase setiap pengeluaran dalam cash flow keluarga Anda. Setiap keluarga mempunyai prioritas yang berbeda dalam kebijakan pembelanjaan pendapatan mereka. Tapi akan sangat bijaksana kalau sebagian besar pendapatan Anda dialokasikan pada hal-hal yang bersifat primer, seperti kebutuhan pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan. Baru selanjutnya Anda dapat memprioritaskan kebutuhan untuk rekreasi, perabot, atau fashion. Jadi apabila Anda memiliki pos pengeluaran yang terlalu besar untuk rekreasi atau entertain misalnya, sebaiknya Anda segera merealokasi dana Anda. Memang tidak mudah merubah kebiasaaan, misal buat anda yang biasa makan diluar dengan menu mewah, harus belajar makan dirumah dengan menu masakan simbok atau hasil olahan anda sendiri. Kuncinya adalah pengendalikan diri dan berpikir rasional, untuk tidak membelanjakan pendapatan yang anda dapat dengan susah payah, untuk membeli sesuatu yang mendatangkan penyakit pada kantong anda. Kedua, hitung dengan tepat berapa porsentase kewajiban membayar hutang dalam pos pengeluaran Anda. Jika hutang Anda memberi kontribusi lebih dari 30% pada pengeluaran total Anda, sebaiknya Anda segera melakukan restrukturisasi hutang. Karena ini akan sangat mengganggu terpenuhinya kebutuhan hidup anda yang lain. Jangankan menabung, untuk membayar listrik saja jadinya susah! Penderitaan anda terlalu besar untuk menanggung beban bunga hutang anda. Lalu, bagaimana cara merestrukturisasi hutang anda?

  1. Jual asset yang ada untuk menutup hutang anda (prioritaskan asset yang tidak penting).
  2. Dahulukan membayar hutang dengan tingkat bunga tertinggi, misal kartu kredit.
  3. Kalau memang tidak ada asset yang bisa anda jual, usahakan untuk mengkonversi hutang anda dengan hutang tanpa bunga atau dengan bunga yang lebih lunak. Misal, pinjam ke saudara atau orang tua, pinjam ke koperasi.
Ketiga dan yang paling utama, jangan sampai setelah diakumulasi ternyata pengeluaran Anda lebih besar daripada pendapatan Anda. Kalau ternyata selama ini hal itu terjadi, Anda harus segera merevolusi kebijakan keuangan keluarga Anda. Jika tidak, anda tinggal menunggu waktu datangnya krisis ekonomi keluarga. Karena kemungkinan besar anda menutup defisit dengan hutang. Yang apabila terus dilakukan setiap bulan, hutang anda akan menumpuk setinggi tumpukan sampah di bojonggede! Sebaliknya jika Anda mengalami surplus pendapatan, apakah Anda telah menempatkan dana ini dengan tepat?

Anggarkan Belanja Keluarga Anda

Setelah selama satu bulan Anda telah berhasil membuat laporan kas keluarga Anda, melakukan check up atas kesehatan keuangan keluarga Anda, melakukan koreksi dan revisi atas kebijakan keuangan keluarga anda, lalu tahap selanjutnya adalah penganggaran. Perlunya penganggaran adalah sebagai pengendali perilaku Anda khususnya yang bersifat konsumtif. Dengan demikian sekalipun terjadi penyimpangan, tidak melebihi batas toleransi dari yang semestinya. Untuk itu Anda harus sangat cermat dalam membuat anggaran belanja keluarga Anda. Sekali lagi Anda harus melibatkan pasangan Anda, bahkan jika perlu melibatkan buah hati Anda. Anda tidak harus melakukan penganggaran setiap bulan, cukup buat sekali dan lakukan penyesuaian hanya apabila ada tambahan pengeluaran atau pendapatan yang signifikan berpengaruh terhadap aliran kas keluarga Anda. Anda harus memastikan bahwa untuk bulan-bulan ke depan, Anda akan membelanjakan pendapatan Anda sesuai dengan yang telah Anda anggarkan.
Dalam menyusun anggaran belanja keluarga Anda (table 1), untuk pos pendapatan, susunlah dari pendapatan yang paling pasti (pendapatan regular), hingga pendapatan yang tidak pasti (non regular). Hal ini untuk memastikan bahwa besarnya pengeluaran regular Anda sepadan dengan pendapatan regular Anda. Begitupula pada pos pengeluaran Anda, susunlah berdasar dari pengeluaran regular Anda hingga pengeluaran yang sifatnya tidak wajib setiap bulan (pengeluaran non regular). Ada kalanya pada beberapa orang pendapatan non regular lebih besar dari pendapatan regular, misalnya dari insentif bulanan atau uang lembur. Atau juga bagi Anda yang memiliki usaha sendiri. Namun pendapatan non regular ini sifatnya sangat fluktuatif dan sering kali diluar kendali kita. Untuk itu akan sangat mengkhawatirkan kalau Anda mengandalkan pendapatan ini guna membiayai pengeluaran regular Anda.
Dalam menyusun anggaran belanja keluarga Anda, pastikan Anda tidak mengalokasikan lebih dari 30% untuk kewajiban berupa hutang. Dan harus Anda yakini bahwa Anda tidak berhutang untuk hal-hal yang bersifat konsumtif. Kredit motor atau mobil bukan termasuk kredit konsumsi, jika dapat memberi hasil (produktif), misal kendaraan tersebut akan memberikan Anda kemudahan dalam mobilitas pekerjaan Anda. Begitu pula dengan kredit kepemilikan rumah (KPR), karena bunga yang Anda bayar tidak lebih tinggi dari kenaikan harga rumah. Sehingga selain anda mendapat manfaat yang besar dari fungsi rumah, ini sekaligus dapat menjadi sarana investasi Anda. Hal lain yang harus Anda perhatikan dalam melakukan anggaran hutang Anda adalah pastikan Anda tidak berhutang dengan kartu kredit, karena nilai dari bunga berbunga yang harus Anda bayar akan menguras kantong Anda! Sisa dari anggaran keluarga Anda dapat digunakan untuk membiayai keperluan keluarga baik yang bersifat regular maupun non regular. Untuk keperluan yang bersifat non regular Anda dapat menganggarkan lebih apabila Anda memperoleh pendapatan non regular yang lebih juga, dan sebaliknya. Satu catatan penting sebelum Anda menganggarkan hutang maupun keperluan Anda bulanan, anggarkan terlebih dahulu paling tidak 10% dari pendapatan Anda untuk ditabung. Dana cadangan sangat penting, terutama dalam kondisi darurat (force major). Idealnya Anda harus dapat menabung hingga nilai tabungan Anda senilai dengan 3 kali pengeluaran rutin Anda. Jika sudah lebih dari itu Anda dapat memikirkan investasi lain yang memberi imbal hasil lebih dari bunga tabungan Anda.
Anda harus memiliki komitmen yang tinggi dan konsisten untuk mematuhi apa yang sudah anda tetapkan dalam anggaran keluarga anda. Selalu berpikir jangka panjang dan mengabaikan keinginan emosional, untuk mematahkan penyelewengan yang akan anda lakukan. Tidak harus kaku untuk biaya yang menyangkut kesehatan dan pendidikan. Tapi katakan tidak untuk biaya hura-hura atau pembelian barang-barang yang sebenarnya tidak urgent. Mendidik diri menjadi baik memang susah, tapi bukan juga mustahil kan? anda akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan financial yang luar biasa, kalau anda berhasil mendisiplinkan diri anda. Satu tips penting, buat rekening tersendiri untuk menyimpan sebesar anggaran belanja anda tiap bulan. Dengan mulai membuat anggaran belanja keluarga, menunjukkan bahwa anda bertekad untuk mengendalikan kebutuhan, bukan kebutuhan yang mengendalikan anda.

Perencanaan Dana Pendidikan

Berapa kenaikan gaji Anda setiap tahun? Apakah sepadan dengan peningkatan kebutuhan keluarga yang dipastikan setiap tahun mengalami kenaikan. Bukan hanya karena inflasi yang menyebabkan harga barang-barang kebutuhan naik, namun juga bertambahnya kebutuhan keluarga, misalnya dengan bertambahnya usia anak yang berarti bertambahnya dana pendidikan yang harus disediakan. Sudah dipahami semua orang kalau di negeri ini pendidikan berkualitas masih menjadi hal yang mewah. Jangankan perguruan tinggi, untuk dapat menikmati layanan pendidikan berkualitas setingkat TK saja kita diharuskan membayar uang pangkal yang besarnya jutaan rupiah. Kondisi seperti ini menyebabkan banyak anak yang sebenarnya berpotensi, terpaksa harus ikhlas mendapatkan pendidikan berbiaya murah yang biasanya juga berkualitas murahan. Anda boleh saja berharap adanya peningkatan karier yang secara signifikan akan mengatrol pendapatan. Tapi cobalah untuk jujur menjawab, berapa peluang untuk bisa menjadi manajer misalnya diantara kompetisi yang demikian ketat, belum lagi perubahan kebijakan perusahaan yang bisa ikut menghambat percepatan karier. Bagi Anda yang seorang pengusaha, dan berharap usaha akan semakin maju sehingga secara signifikan mendongkrak income. Apakah Anda bisa memastikan hal itu akan terjadi, ditengah persaingan bisnis yang semakin menggila dan konsumen yang semakin selektif. Jawabnya adalah tidak ada sesuatu yang pasti untuk masa depan. Yang pasti adalah apa yang Anda miliki saat ini, dan mengelolanya sebaik mungkin untuk terjaminnya pendidikan putra-putri Anda di masa yang akan datang. Untuk itu lakukanlah perencanaan dana pendidikan buah hati Anda saat ini juga!
Ada dua hal yang menjadi perhatian utama untuk mulai melakukan perencanaan dana pendidikan. Pertama adalah besarnya pendapatan untuk mengetahui kemampuan financial Anda yang akan dialokasikan untuk kebutuhan dana pendidikan. Kedua adalah dengan jalan apa Anda akan memenuhi kebutuhan dana pendidikan tersebut. Perkembangan industri keuangan telah memberikan kita berbagai macam produk yang bisa menjadi kendaraan untuk mencapai tujuan. Menyesuaikan antara kebutuhan, kemampuan dan profil risiko Anda dengan berbagai macam produk yang ada, adalah langkah bijak untuk menentukan pilihan yang tepat. Berikut ini ilustrasi yang akan memudahkan Anda dalam menghitung dan memilih produk yang bisa menjadi sumber dana pendidikan putra-putri Anda kelak.
Keluarga pak Abu Hamid memiliki satu orang anak berusia dua tahun. Beliau merencanakan untuk menyekolahkan anaknya di salah satu perguruan tinggi ternama. Dari informasi yang didapat diketahui besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk uang masuk perguruan tinggi tersebut sebesar Rp 80.000.000,00. Berikut ini adalah beberapa pilihan perencanaan dana pendidikan yang bisa ditempuh oleh pak Abu untuk mewujudkan keinginannya tersebut.

1. Properti

Syarat terberat yang harus dipenuhi untuk berinvestasi di sektor ini adalah ketersediaan dana yang besar. Ya, untuk melakukan investasi di sektor ini butuh dana puluhan juta. Untuk rumah atau tanah, bisa dipastikan selalu mengalami kenaikan 10% atau bahkan lebih kalau Anda jeli memilih lokasi. Namun tanah bisa menghasilkan return lebih dibanding rumah, karena tidak ada dana perawatan. Untuk keluarga pak Abu, berapakah dana yang harus diinvestasikan untuk membeli tanah, guna mendapatkan hasil yang setara dengan Rp 80.000.000,00 pada 16 tahun yang akan datang yaitu usia disaat anaknya masuk perguruan tinggi? dengan kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata setiap tahun mencapai 10%, maka pada 16 tahun ke depan biaya untuk masuk perguruan tinggi yang diinginkan mencapai Rp 367.600.000,00. Dengan asumsi kenaikan harga tanah sama dengan kenaikan biaya pendidikan, maka pak Abu harus membeli tanah senilai Rp 80.000.000,00. Namun apabila pak Abu jeli dalam memilih lokasi, dan memperkirakan kenaikan harga tanahnya bisa mencapai 15% pertahun, maka pak Abu cukup menyediakan dana untuk membeli tanah yang minimal senilai Rp 39.333.200,00. Semakin tinggi estimasi kenaikan harga tanah/rumah setiap tahunnya, semakin kecil dana yang harus Anda anggarkan untuk membeli tanah/rumah pada saat ini.

2. Tabungan Pendidikan

Produk tabungan pendidikan adalah solusi bagi Anda yang tidak memiliki dana besar untuk berinvestasi pada property, disamping beberapa kelebihan lainnya. Pada umumnya bunga yang dijanjikan oleh pihak Bank untuk tabungan pendidikan lebih tinggi daripada tabungan biasa, namun dibawah bunga deposito. Tabungan pendidikan ini secara berkala mensyaratkan Anda untuk menyetor sejumlah nominal tertentu dengan batas waktu tertentu yang telah disepakati. Apabila Anda tidak menyetor hingga beberapa bulan tertentu sesuai peraturan, maka Anda akan dikenakan denda. Dengan demikian Anda terpaksa mendisiplinkan diri untuk bisa menabung setiap bulan, dan tidak mengambilnya hingga batas waktu akhir perjanjian. Karena apabila Anda mengambil sebelum waktunya, akan ada penalty yang berarti mengurangi keuntungan dari bunga yang Anda dapatkan. Keunggulan lain dari produk ini adalah adanya perlindungan asuransi, yang umumnya diberikan gratis tanpa Anda harus membayar permi. Sehingga apabila sebelum jatuh tempo Anda meninggal dunia, angsuran akan tetap dibayarakan hingga jatuh tempo. Untuk keluarga pak Abu, berapa besarnya angsuran perbulan yang harus dia setor ke rekening tabungan pendidikan, untuk mendapatkan uang senilai Rp 367.600.000,00 pada 16 tahun yang akan datang? Dengan asumsi suku bunga yang ditawarkan oleh pihak bank untuk tabungan pendidikan pak Abu adalah 5% per tahun maka setiap bulan pak Abu harus menabung sebesar Rp 1.294.895,00. Semakin tinggi bunga tabungan pendidikan yang bisa Anda dapatkan, semakin kecil dana yang harus Anda anggarkan untuk ditabung setiap bulannya. Kekurangan utama dari produk tabungan pendidikan ini adalah kecilnya bunga yang Anda terima, sehingga kemungkinan besar tidak bisa meng-cover kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata tiap tahun megalami kenaikan 10%.

3. Reksadana

Bagaimana caranya dengan dana yang minim Anda bisa mendapatkan keuntungan yang hasil akhirnya senilai dengan kebutuhan dana pendidikan buah hati Anda. Dengan kata lain Anda membutuhkan produk perencanaan pendidikan yang minimal memberi imbal hasil hasil setara dengan dengan kenaikan biaya pendidikan. Jawabnya adalah dengan berinvestasi di reksadana. Atau lebih tepatnya lagi reksadana saham, karena horizon waktu Anda bersifat jangka panjang yaitu 16 tahun. Reksadana saham adalah produk investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi jangka panjang. Rata-rata return yang dijanjikan mencapai 14% per tahun, lebih tinggi dari kenaikan biaya pendidikan. Keistimewaan lain adalah, barrier to entry untuk memiliki produk ini murah, dan sistem keikutsertaannya pun fleksibel. Anda bisa memilih membeli secara berkala tiap bulan, atau membeli jumlah tertentu yang nantinya akan setara dengan kebutuhan dana pendidikan buah hati Anda. Untuk keluarga pak Abu, misalnya beliau menginginkan membeli secara berkala tiap bulan. Maka dana yang harus dibayar untuk membeli produk reksadana saham setiap bulan dengan asumsi return 14% jangka waktu 16 tahun adalah Rp 600.889,00. Kelemahannya adalah produk reksadana ini tidak dilengkapi dengan asuransi. Sehingga apabila memilih menyetor secara berkala, dan meninggal dunia sebelum batas waktu akhir perencanaan dana pendidikan, setoran terancam terhenti. Karena itu, apabila memilih skema perencanaan dana pendidikan melalui reksadana yang dibayar secara berkala, sebaiknya dilengkapi dengan asuransi jiwa. Atau kalau menginginkan produk asuransi yang dikombinasi dengan reksadana Anda dapat memilih Unitlink. Kembali pada kasus pak Abu, bagaimana apabila pak Abu menginginkan sekali beli reksadana saham dengan jumlah tertentu yang setara dengan kebutuhan dana pendidikan 16 tahun ke depan, dengan asumsi return 14% maka dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 45.176.353,00. Semakin tinggi return yang bisa dihasilkan produk reksadana Anda maka semakin kecil dana yang harus disetor atau semakin besar dana yang akan Anda terima nantinya.

Selamat merencanakan dan mewujudkan masa depan penuh harapan bagi buah hati Anda!

Saham

Ini dia jenis instrumen investasi yang menjanjikan banyak mimpi indah sekaligus mimpi buruk buat Anda.Ya, saham adalah instrumen investasi dengan risiko relatif tinggi namun juga mampu memberikan return yang relatif tinggi pula. Hingga saat ini tercatat 350-an saham yang beredar di Bursa Efek Jakarta. Ini adalah deretan daftar menu yang dapat Anda pilih untuk memenuhi piring investasi Anda. Untuk menghindari risiko absolut, sebaiknya Anda melakukan diversifikasi. Pilihlah beberapa saham untuk masuk dalam portofolio Anda. Anda bisa bermain aman dengan membeli saham-saham unggulan, atau sedikit berspekulasi dengan juga membeli saham-saham lapis kedua. Selanjutnya adalah selalu lakukan evaluasi terhadap portofolio saham Anda, untuk memastikan tidak ada makanan yang menjadi parasit pada piring investasi Anda. Salah satu kunci untuk selamat dalam bermain saham adalah dasarkan keputusan Anda pada logika berpikir bukan rasa (gambling).

Kelemahan dari investasi pada saham adalah modal yang dibutuhkan relatif besar dan dibutuhkan perhatian ekstra untuk selalu mempelajari, mengamati dan mengikuti pergerakan harga saham (strategi aktif) untuk memperoleh return yang optimal. Sebaliknya apabila Anda memilih strategi pasif (membeli dan menyimpan) maka Anda harus bersabar untuk menunggu waktu yang relatif lama guna menuai return yang optimal.

Reksadana

Reksadana adalah produk inovatif yang mengundang perhatian dan minat banyak investor. Nilai Aktiva Bersih-nya pernah mencapai angka spektakuler pada bulan Februari 2005 yakni sebesar Rp 110,7 triliun. Dan setahun kemudian menukik tajam bak roller coaster hingga mencapai titik terendah Rp 26,20 triliun. Sebuah harga dari proses pembelajaran investor yang terlalu mahal untuk dibayar. Namun lambat laun pamor reksadana kembali terangkat, seiring dengan meningkatnya pemahaman investor tentang produk reksadana. Sebenarnya reksadana adalah instrumen investasi yang ideal, karena menawarkan beberapa variasi produk dengan pilihan tingkat risiko dan return yang berbeda-beda. Sehingga Anda dapat memilih satu atau beberapa produk reksadana yang sesuai dengan kebutuhan return dan karakter risiko Anda. Modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi pada reksadana juga relatif kecil dan memiliki likuiditas yang tinggi. Disamping itu Anda tidak perlu mengeluarkan banyak waktu dan pikiran untuk mengawasi investasi Anda, karena produk reksadana adalah produk investasi yang ditawarkan oleh perusahaan sekuritas dengan manajer investasi (MI) handal yang bertugas untuk mengelola dana Anda. Maka cermati dengan teliti reputasi dari perusahaan sekuritas ataupun MI yang akan mengelola investasi reksadana Anda. Satu lagi kelebihan utama dari produk reksadana adalah bebas dari pajak. Ada 4 macam pilihan produk reksadana dengan orientasi investasi yang berbeda-beda:

1. Reksadana Pasar Uang
Investasi pada produk reksadana ini dialokasikan pada efek pasar uang. Portofolionya bisa meliputi SBI, deposito, atau surat utang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Risiko dan return pada produk reksadana ini relatif kecil dan cocok untuk kebutuhan investasi jangka pendek. Produk ini juga cukup likuid seperti halnya deposito. Kendati demikian dari sisi return, produk ini menjanjikan lebih tinggi dari deposito.

2. Reksadana Pendapatan Tetap
Minimal 80% investasi pada produk reksadana pendapatan tetap dialokasikan pada instrumen obligasi. Jadi yang dimaksud dengan pendapatan tetap bukan dari sisi return tapi dari sisi portofolionya. Produk reksadana pendapatan tetap pernah mengalami masa suram ketika terjadi redemption (pencairan) besar-besaran akibat penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB). Hal ini terjadi karena kesalahan persepsi investor yang menganggap produk reksadana ini sejenis dengan deposito, dimana tingkat keuntungan yang akan diterima tetap. Faktanya tingkat keuntungan pada reksadana pendapatan tetap bersifat fluktuatif. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi harga obligasi yang disebabkan oleh beberapa hal, utamanya adalah karena perubahan tingkat suku bunga pasar (BI rate). Pada saat suku bunga naik, maka harga obligasi akan turun dan diikuti pula dengan penurunan tingkat keuntungan, begitu pula sebaliknya. Investasi pada produk reksadana pendapatan tetap cocok untuk kebutuhan investasi jangka menengah (1 sampai dengan 3 tahun). Karena untuk jangka pendek Anda akan menanggung risiko gejolak obligasi yang biasanya terjadi dalam jangka pendek.

3. Reksadana Campuran
Alokasi investasi pada reksadana campuran bersifat campuran yaitu pada saham dan obligasi. Kelebihan dari strategi investasi ini adalah apabila pasar saham sedang bullish yang biasanya diikuti dengan lesunya pasar obligasi, maka MI dapat menempatkan sebagian besar dananya pada saham untuk mengantisipasi risiko penurunan harga obligasi. Begitu pula yang terjadi sebaliknya. Karena itu produk reksadana ini mampu memberikan tingkat return yang lebih tinggi dibanding reksadana pasar uang atau pendapatan tetap, namun demikian pula halnya dengan risiko yang harus ditanggung investor. Reksadana campuran cocok untuk kebutuhan investasi jangka panjang (3 sampai dengan 5 tahun).

4. Reksadana Saham
Ini adalah produk reksadana yang mampu memberi return tertinggi dibanding produk reksadana lainnya, namun setimpal pula dengan risiko yang harus dihadapi investor. Portofolio dalam produk reksadana ini terdiri dari beberapa saham pilihan MI. Karena produk reksadana ini berbasis pada saham, maka volatilitas NAB reksadana ini pun tinggi saperti halnya saham. Karena itu produk ini tidak cocok untuk investasi jangka pendek. Sedangkan untuk jangka panjang saham membuktikan mampu memberikan return lebih tinggi dibanding instrumen investasi lainnya (lebih dari 5 tahun).

Untuk mengetahui daftar Manager Investasi beserta produk-produk Reksadana, company profile dari semua perusahaan sekuritas yang terdaftar di BAPEPAM, bisa diperoleh melalui situs www.bapepamlk.depkeu.co.id kemudian klik pusat informasi reksadana.

Emas

Terkadang terjadi salah kaprah mengenai investasi pada emas yang kemudian disikapi dengan memborong banyak perhiasan berbahan dasar emas. Nyatanya pada saat menjual kembali, keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga emas masih harus dikurangi biaya pembuatan, yang lumayan menyusutkan return investasi. Bahkan dalam jangka pendek kenaikan dari per gram perhiasan Anda bisa jadi lebih rendah dibanding biaya pembuatan. Beda perkara kalau berinvestasi pada emas batangan atau koin yang bersertifikat. Sebagai nilai lindung, fakta menunjukkan harga emas selalu mengalami kenaikan mengalahkan inflasi (anti inflasi). Kelemahan dari produk investasi ini adalah menyangkut keamanan. Anda harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membuka safe deposit box guna menjamin keamanan harta karun Anda.
Untuk berinvestasi pada emas jenis batangan memang membutuhkan modal tidak sedikit, disamping terkadang menemui masalah likuiditas dan rentan penipuan mengenai kadarnya. Tapi alhamdulillah saat ini mulai marak wakala yang menawarkan jual beli dinar atau koin emas. Koin emas yg diperdagangkan adalah koin buatan Logam Mulia, unit usaha PT Aneka Tambang Tbk atas pesanan World Islamic Trading Organization (WITO). Rata-rata kenaikannya dalam setahun mencapai 29,34%.
Untuk membeli satuan terkecil dari dinar ini kita hanya mengeluarkan modal investasi ratusan ribu saja. Untuk mendapat informasi lebih jelas mengenai wakala dan dinar atau koin emas, bisa di pelajari lewat situs http://www.islamhariini.org. Melalui website ini juga bisa diperoleh informasi perubahan harga dinar harian.

Property

Investasi di sektor properti memang selalu menjanjikan, karena dapat dipastikan harga tanah dan bangunan (yang terawat) akan selalu mengalami kenaikan setiap tahun. Kunci utama untuk mengoptimalkan return dan meminimalkan risiko dari investasi di sektor ini adalah kejelian mengestimasi prospek ke depan dari lokasi. Kelemahan dari instrumen investasi ini adalah modal yang dibutuhkan relatif besar dan menyangkut masalah likuiditas (kecepatan dan kemudahan proses pencairan dana).
Hal lain yang harus diperhatikan adalah sektor properti sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga. Pada saat suku bunga naik dan melebihi kenaikan harga properti, investor tentunya lebih senang membenamkan dananya di deposito atau semacamnya. Developer juga akan menyikapi kenaikan suku bunga ini dengan menaikkan harga jual. Turunnya permintaan dan harga yang menjadi semakin tak terjangkau akan berdampak pada lesunya sektor properti. Karena itu waktu yang tepat untuk masuk ke sektor properti adalah ketika suku bunga rendah.
Investasi di sektor properti ini juga sebaiknya dilakukan secara tunai, bukan dengan jalan KPR. Sebab suku bunga KPR Anda akan adu cepat dengan kenaikan harga properti. Mungkin masih ada selisih (spread) apabila properti tersebut disewakan, tapi returnnya tidak lagi menarik. Belum lagi risiko kerusakan rumah akibat disewakan yang sering menimpa pemilik.

Obligasi

Obligasi bisa dijadikan pilihan dalam berinvestasi. Obligasi merupakan surat pengakuan hutang yang bisa diterbitkan oleh perusahaan maupun oleh pemerintah. Yang sedang popular saat ini adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang diterbitkan oleh pemerintah. Terbukti hingga dikeluarkannya ORI tahap 3 respon masyarakat begitu positif menanggapi hadirnya produk investasi ini. Return yang bisa didapat selain dari bunga tiap bulannya juga berkesempatan mendapatkan capital gain dari selisih harga jual dan harga beli karena ORI dapat diperjual belikan di pasar sekunder. Investasi pada obligasi memang menghasilkan return yang lebih tinggi daripada deposito tetapi deposito lebih likuid daripada obligasi. ORI 3 ditawarkan dengan bunga per bulan sebesar 9,4 persen. Sebagai gambaran ORI 2 yang mempunyai bunga 12%, harga jual di pasar sekunder pada saat ini mencapai 106 persen. Anda bisa menghitung berapa return yang akan anda dapatkan yaitu dari pendapatan bunga dan kesempatan mendapatkan capital gain di pasar sekunder tetapi dengan dikurangi pajak tentunya, karena produk ini tidak bebas pajak.