Selasa, 22 Februari 2011
Tips Investasi Emas Bagi Pemula (Bagian 2)
Bagi Anda yang baru mulai mencoba berinvestasi di instrumen logam mulia atau emas, berikut beberapa tips yang harus dilakukan supaya Anda dapat memperoleh hasil memuaskan dari investasi ini.
1. Pilih investasi Logam Mulia
Apabila ingin berinvestasi di instrumen emas, maka sebaiknya Anda memilih investasi pada Logam Mulia (LM) dibandingkan dengan investasi emas perhiasan. Harga LM relatif lebih stabil dan pada saat membeli tidak akan dikenakan biaya-biaya tambahan seperti biaya pembuatan untuk emas perhiasan. Pada saat LM tersebut akan dijual, maka harganya juga cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan emas perhiasan.
2. Belilah LM ukuran besar
Apabila akan berinvestasi pada LM, maka usahakanlah untuk membeli LM dengan ukuran yang besar misalkan 100 gram. Janganlah membeli LM dalam ukuran-ukuran kecil, misalnya 5 gram, 10 gram, 25 gram. Karena semakin kecil ukuran LM maka harga beli per gramnya juga semakin mahal. Selisih harga per gram antara LM ukuran 5 gram dengan ukuran 100 gram dapat mencapai Rp 35.000.
3. Saat Jual atau Beli
Untuk memperoleh keuntungan besar dari bermain investasi emas, maka trik yang harus dilakukan adalah dengan segera membeli emas ketika harga emas turun dan segera melakukan penjualan ketika harga emas turun. Namun sebaiknya amati dahulu pergerakan naik turunnya emas dalam jangka waktu lebih lama. Apabila membutuhkan uang secara mendadak, namun harga emas sedang tidak menguntungkan untuk kita jual, maka sebaiknya gadaikan saja emas tersebut di pegadaian.
4. Penyimpanan LM
Sebaiknya simpanlah LM di Safe Deposit Box (SDB) di bank pemerintah, karena lebih aman. Biaya penyimpanannya juga relatif terjangkau, yaitu tidak melebihi Rp 250.000 per tahun.
Tips Investasi Emas Bagi Pemula
Bagi Anda yang memiliki kelebihan uang dan sedang mencari sarana untuk melakukan investasi, namun tidak memiliki pengetahuan khusus dalam menganalisis kondisi pasar yang akan berimbas kepada alat investasi kita, maka pilihan yang paling tepat saat ini adalah berinvestasi pada sarana yang paling aman. Saat ini pilihan yang paling tepat adalah berinvestasi di emas. Sepanjang sejarah, harga emas tidak pernah turun. Walaupun tingkat return on investment (ROI) pada emas, selama ini tidaklah tinggi dibandingkan dengan investasi dalam bentuk lainnya, namun investasi di emas cukup aman karena dalam sejarahnya harga emas tidak pernah turun secara permanen. Penurunan emas hanya terjadi akibat pergerakan fluktuatif yang bersifat sementara dan dalam jangka panjang harga emas pasti akan bergerak naik terus.
Sebagai perbandingan, berikut penulis sajikan pergerakan harga emas selama tahun 2011 di pasar Indonesia. Pada tanggal 7 Maret 2011 harga jual Logam Mulia adalah Rp 457.000 per gram dengan harga belinya adalah Rp 398.000 per gram. Namun harga logam mulia telah naik cukup tinggi sehingga harga jual pada tanggal 23 Agustus 2011 telah mencapai Rp 576.000 per gram dan harga belinya adalah Rp 519.000 per gram. Walaupun pada hari ini, harga logam mulia mengalami sedikit penurunan akibat kondisi ekonomi di Amerika yang mendapatkan sentiment positif karena adanya hasil survey yang menyatakan Amerika Serikat tidak sedang mengalami resesi. Harga jual Logam Mulia hari ini adalah Rp 558.000 per gram dengan harga beli adalah Rp 501.000 per gram. Namun penulis yakin bahwa penurunan harga logam mulia pada hari ini hanyalah bersifat sementara, apalagi dengan kondisi ekonomi dunia (Amerika dan Eropa) yang masih belum ada tanda-tanda mengalami perbaikan.
Dari data tersebut di atas dapat kita lihat bahwa hanya dalam tempo 170 hari harga jual logam mulia telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp 101.000 atau sebesar 22,10%.
Apabila kita mencoba menghitung nilai real dari hasil investasi di logam mulia, pada saat beli tanggal 7 Maret 2011 harga emas adalah Rp 457.000 per gram (spot harga jual). Kemudian kita jual pada tanggal 24 Agustus 2011 pada harga Rp 501.000 per gram (spot harga beli), maka keuntungan dari investasi logam mulia selama 170 hari adalah sebesar Rp 44.000 (sebesar 9,63%). Ini adalah perhitungan keuntungan paling minimum yang dapat dicapai, namun hasilnya sudah cukup maksimal. Apabila Anda ingin meningkatkan keuntungan ini, maka ada beberapa tips yang dapat diterapkan, khususnya bagi para investor yang baru mulai bermain investasi di logam mulia. Tips-tipsnya akan penulis uraikan pada artikel berikutnya.
Bersambung ke bagian 2
Harga Emas Diprediksi Tembus US $ 2,500 Di Akhir 2011
Beberapa minggu terakhir ini, harga emas cenderung bergerak naik. Bahkan dalam beberapa hari terakhir kenaikan harga emas cukup luar biasa. Pada tanggal 1 Juli 2011, harga emas di Pasar New York masih ditutup pada harga US $ 1,483.00 per troy ounce (31,1 gram). Pada akhir bulan Juli 2011 harga emas sudah menyentuh angka US $ 1,628.50 per troy ounce. Dan pada saat tulisan ini dibuat, harga emas sudah bertengger di angka US $ 1,795.40 per troy ounce. Berarti dalam tempo hanya 42 hari, harga emas telah naik hingga US $ 312.40 per troy ounce atau sebesar 21,07%. Ini merupakan kenaikan harga emas tertinggi sepanjang sejarah.
Kenaikan harga emas ini dipicu berbagai faktor dan salah satu faktor utama yang menyebabkan harga emas naik cukup signifikan adalah akibat diturunkannya peringkat hutang Amerika Serikat oleh Lembaga Pemeringkat Hutang Standard & Poor's (S&P) dari peringkat sebelumnya AAA menjadi turun 1 peringkat menjadi AA+. Di samping itu, krisis ekonomi yang juga menghantam daratan Eropa juga menjadi penyebab meningkatnya harga emas karena para investor beralih ke investasi emas yang merupakan investasi yang paling aman dan universal.
Harga emas diprediksikan akan terus meningkat, bahkan dapat berdasarkan prediksi Bank investasi JPMorgan Selasa (9/8/2011) memperkirakan harga emas spot akan terus naik dan dapat mencapai US $ 2,500 per troy ounce pada akhir tahun 2011 ini. Oleh sebab itu, bagi Anda yang saat ini tengah merencanakan untuk berinvestasi, maka tidak ada salahnya apabila melakukan diversifikasi investasi ke dalam bentuk emas (logam mulia).
Sumber: kompas, Reuters
Harga Emas Telah Tembus US $ 1,900
Kondisi krisis utang di Eropa serta ancaman resesi yang dihadapi oleh Amerika Serikat menyebabkan para pelaku pasar saat ini tidak berani melakukan investasi yang penuh dengan risiko. Akibatnya para investor saat ini memburu investasi yang cukup aman, yaitu emas sebagai safe haven pada masa penuh ketidakpastian ini. Tindakan ini akan terus dilakukan oleh para investor hingga adanya tanda-tanda menuju perbaikan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa.Akibat perburuan emas inilah menyebabkan emas pada perdagangan Selasa (23/8/2011) di Hong Kong, harganya di pasar spot menembus US$ 1.910 per troy ounce. Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah juga sekaligus mencatatkan kenaikan bulanan terbesar
dalam 29 tahun terakhir.
Diperkirakan sepanjang kondisi ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat masih belum ada perubahan, maka harga emas bakalan mencapai US $ 2,000 per troy ounce. Bahkan ada sebagian analis yang memprediksikan bahwa harga emas di tahun 2011 ini bakalan menembus US $ 2,500 per troy ounce.
Jadi bagaimanakah keputusan investasi Anda saat ini? Apakah Anda juga akan ikut berinvestasi di emas?
Jangan Bergantung pada Emas
Banyak analis emas mengatakan, harga emas akan terus meningkat selama permintaan jauh lebih besar dari pasokan. Saat ini, cadangan emas Indonesia tercatat 3.000 ton dan yang sudah dieksploitasi per 2009 baru 65 ton.
Di tengah ketidakpastian ekonomi AS dan Eropa, harga emas di pasar global naik ke 1.822 dollar AS per troy ounce pada Selasa (23/8/2011) dari 740 dollar AS pada Oktober 2007. Bank of America pernah meramal, harga emas dapat mencapai 2.000 dollar AS, sementara JP Morgan mengalkulasi akhir tahun ini menjadi 2.500 dollar AS.
Kenaikan harga emas di Indonesia berkisar antara 20-40 persen per tahun. Tahun 1990, misalnya, harga emas Rp 20.000/gram. Sembilan tahun kemudian, melejit ke Rp 360.000, tahun lalu jadi Rp 430.000, dan Rabu (24/8/2011) menyentuh Rp 540.000/gram.
Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah tak bisa memperkirakan berapa lama harga emas bakal terus di atas Rp 500.000/gram. ”Selama terjadi ketidakpastian ekonomi dan keuangan global, harga emas akan terus melambung,” kata Difi.
Namun, ekonom Danareksa, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan, harga emas perlu disikapi waspada karena semua komoditas tidak imun gejolak yang akhirnya menurunkan permintaan.
Harga emas ditopang persepsi perekonomian AS dan Eropa akan terpuruk. Jika krisis di dua wilayah itu benar terjadi, permintaan emas dunia akan anjlok. Bila produksi emas tetap tinggi, harga jual emas akan turun. Besarnya penurunan harga bergantung dalamnya krisis. Jika krisis sangat parah, dapat diartikan turunnya daya beli masyarakat sehingga permintaan emas turun.
”Tidak mungkin harga emas sampai 2.500 dollar AS. Indeks utama ekonomi di Eropa turun empat bulan terakhir. Artinya, dalam 2-3 bulan bisa saja krisis mulai terjadi di Eropa. Harga emas juga bisa turun karena pemilik usaha akan melepas emasnya untuk membiayai dampak krisis,” tambah Purbaya kepada Kompas, akhir pekan lalu.
Komoditas biasa
Emas perlu dilihat sebagai komoditas biasa, analog dengan harga minyak dunia yang melonjak hingga 147 dollar AS/barrel tahun 2008. Segera setelah itu, harga turun hingga 40 dollar AS. Daya beli turun, sementara pasokan melambung.
Wakil Presiden Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk Herman Djazi sependapat, potensi penurunan harga emas tetap terbuka. Harga emas masih mungkin terkoreksi ke 1.750 dollar AS.
”Harga emas Jumat (19/8/2011), menembus rekor tertinggi sepanjang masa, di atas 1.840 dollar AS. Semua kondisi mendukung peningkatan permintaan emas sehingga perlu ada penjualan masif dan membuat harga terkoreksi,” ujar Herman.
Pejabat Eksekutif Tertinggi (CEO) Vibiz Consulting Alfred Pakasi menyatakan, harga emas akan terus meningkat selama permintaan jauh lebih besar dari pasokan. Permintaan emas, menurut dia, bukan hanya dari konsumen eceran, melainkan juga bank sentral yang akan mendiversifikasi cadangan devisa ke emas. ”Kalau yang belanja Bank Sentral China, pasti skalanya cukup besar,” kata Pakasi.
Menurut dia, sejauh ini, tidak ada data resmi pembelian emas oleh bank-bank sentral. ”Tetapi, wajar jika bank sentral mendiversifikasi cadangan devisanya ke emas saat dollar AS cenderung melemah di tengah longgarnya kebijakan Bank Sentral AS yang mungkin kembali menggelontor pasar dengan uang tunai melalui cetak uang,” kata Pakasi.
Jaminan emas
Emas dalam sejarah menjadi alat tukar dalam aktivitas ekonomi sejak dulu. Pada zaman pemerintahan Julius Caesar di Kekaisaran Romawi, nilai tukar mata uang diukur dengan kadar karat koin emas.
Perkembangan perdagangan yang semakin kompleks menuntut alat tukar lebih fleksibel tanpa mengurangi nilai tukar. Muncullah uang kertas menggantikan koin emas.
Untuk mencetak uang kertas tiap negara tak bisa sembarangan. Perjanjian Bretton Woods tahun 1944 oleh 44 negara mengatur pencetakan uang kertas harus dijamin emas setara nilai mata uang kertas yang dicetak. Itulah yang disebut cadangan devisa emas dan standar emas.
Uang kertas yang akan dicetak harus dijamin harga emas senilai 35 dollar AS/troy ounce. Artinya, satu dollar AS yang akan dicetak harus senilai 1/35 troy ounce emas. Namun, sistem moneter dunia itu tak langgeng. Pemerintah AS kesulitan keuangan akibat kekalahan Perang Vietnam 1971 sehingga tak dapat membayarkan emas sebanyak uang dollar yang dicetak. Maka. kesepakatan dicabut. Saat itulah cadangan devisa sebuah bank sentral tak lagi hanya ditopang dengan cadangan emas, tetapi juga valuta asing dan yang terbanyak berbentuk dollar AS.
Meskipun emas tengah berjaya, Bank Indonesia ogah menambah cadangan emas. ”Emas semakin mahal. Padahal, kami memiliki cadangan emas cukup besar. Jadi, kami tidak beli emas,” ujar Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution kepada pers Jumat (19/8/2011).
Catatan Kompas, Maret lalu, cadangan emas BI naik 1,51 persen menjadi setara 3,34 miliar dollar AS. Kini, cadangan devisa BI 123 miliar dollar AS, terdiri dari valuta asing dan emas.
Difi Ahmad Johansyah menjelaskan, BI tidak menempuh cara yang dilakukan sejumlah bank sentral. ”Berbeda dengan China dan Rusia yang agresif membeli emas untuk cadangan devisa, BI tidak. Alasan China, meningkatkan neraca pembayaran dengan AS. Rusia tentu punya pertimbangan lain,” kata Difi.
Sumber: Harian Kompas 26 Agustus 2011
Senin, 21 Februari 2011
Rekor Harga Emas Pecah Lagi
Sejak awal perdagangan, harga emas langsung naik setelah Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke menyatakan bank sentral sedang mempertimbangkan kemungkinan tambahan kebijakan guna mendukung perekonomian jika semakin memburuk.
Pada perdagangan Rabu (13/7/2011), harga emas di pasar spot naik hingga 0,9% menjadi US$ 1.578,89 per ounce. Emas berjangka Agustus ditutup naik US$ 23,20 menjadi US$ 1.585,50 per ounce. Rekor tertinggi harga emas sebelumnya adalah US$ 1.575,79 per ounce yang dicetak 2 Mei lalu.
Beberapa pengamat pasar memperkirakan harga emas akan terus meningkat hingga di atas US$ 1.600 per ounce pada akhir tahun ini, sementara opsi yang bullish memperkirakan harga emas tembus US$ 1.700 per ounce pada Desember.
Kekhawatiran seputar meluasnya krisis Eropa ke Italia, yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar ketiga di kawasan tersebut, serta kemungkinan buntunya pembicaraan seputar utang AS terus mendongkrak harga emas.
"Kita memiliki kekhawatiran dan risiko di Eropa dan kita mendapatkan reli aset-aset-aset yang berisiko didukung pernyataan Bernanke yang mendukung The Fed untuk menstimulasi perekonomian, yang dirujuk orang-orang sebagai kebijakan Quantitative Easing 3," ujar Jeffrey Sherman, manajer portofolio komoditas DoubleLine Capital seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/7/2011).
Emas akan mendapatkan keuntungan dari tambahan kebijakan stimulus AS karena langkah serupa sebelumnya telah melemahkan dolar AS dan mengacaukan inflasi. Sementara memburuknya krisis utang di Eropa juga akan memicu para pembuat kebijakan untuk mengeluarkan stimulus serupa yang akan menaikkan kinerja harga emas.
The Fed telah mengakhiri kebijakan pembelian surat berharga senilai US$ 600 miliar atau yang dikenal sebagao Quantitative Easing tahap 2. Tambahan uang ke sistem moneter itu secara efektif telah menurunkan suku bunga AS. Harga emas telah naik hingga 30% setelah pidato Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke pada Agustus 2010, atau setelah dimulainya kebijakan QE2.
Menurut Mark Luschini, chief investment strategis Janney Montgomery Scott, ketidakpastian finansial dan fiskal kemungkinan akan memicu pembelian emas, sehingga harganya terangkat di atas US$ 1.600 per ounce hingga akhir tahun.
"Hal terburuk untuk emas adalah jika perekonomian berjalan dengan baik sehingga Bank Sentral AS memulai normalisasi kebijakan moneter, atau kondisi di komunitas Eropa mulai pulih. Seperti yang dapat kita lihat, tidak keduanya terjadi," ujar Luschini.
Harga Minyak Naik Lagi
Selain emas, harga minyak mentah dunia juga ikut menguat, dipicu oleh penurunan cadangan minyak mentah AS yang mengindikasikan permintaan minyak di negara konsumen terbesar itu masih besar.
Data dari Departemen Energi AS menunjukkan cadangan minyak mentah merosot hingga 3,1 juta barel pada pekan lalu, atau hampir 2 kali lipat dari perkiraan analis.
Minyak West Texas Intermediate pengiriman Agustus tercatat naik 62 sen menjadi US$ 98,05 per barel. Minyak Brent juga naik 1,03 dolar menjadi US$ 118,78 per barel.
Sumber: detikFinance
Harga Emas Kembali Sentuh Rekor Tertinggi
28 Juli 2011
Harga emas semakin hari semakin tinggi. Hampir setiap hari harga emas selalu melambung mencatatkan rekor harga tertinggi sepanjang sejarah. Pada penutupan harga perdagangan emas kemarin (27 Juli 2011), harga emas ditutup pada level USD 1,625.00 per troy ounce (Today Gold Investment). Dan ini adalah merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah harga emas dunia.Kenaikan harga emas di tahun 2011 ini cukup cepat. Pada awal Januari 2011, harga emas masih berkisar di harga USD 1,388.50 per troy ounce. Pada akhir Juni 2011, harga emas sudah bertengger di harga USD 1,505.50 per troy ounce. Dari grafik kenaikan harga emas selama 2011 ini kecenderungan trend harga emas selalu naik dan kenaikan selama 7 (tujuh) bulan ini telah mencapai USD 236.50 (atau sebesar 17,03% dari harga awal tahun).
Di dalam negeri sendiri, harga emas berdasarkan harga dari Antam, untuk LM 100 gram, harga per gramnya telah mencapai Rp 450.240,00.
Kenaikan harga emas ini disebabkan adanya kekhawatiran investor atas perekonomian dan utang Amerika Serikat dan Eropa. Masalah utang di kedua sisi Atlantik tersebut memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi atau bahkan resesi ganda (double-dip) yang akan menurunkan permintaan energi secara global. Saat ini juga harga minyak dunia juga cenderung melemah. Akibatnya para investor lari dari minyak ke emas dan perak.
Para analis menilai bahwa di tahun 2011 ini, harga emas dapat mencapai USD 1,800 per troy ounce. Sedangkan harga perak dapat menembus USD 70 per ounce (dikutip dari bloomberg). Tidak tertutup kemungkinan bahwa prediksi para analis ini akan terbukti pada akhir tahun 2011 ini.
Melihat adanya peluang kenaikan harga emas tersebut di tahun 2011 ini, maka saat ini sangatlah tepat apabila kita ingin melakukan investasi pada produk ini. Namun untuk melakukan investasi emas, tidaklah cukup dengan hanya membeli produk emas, kemudian disimpan saja. Karena dengan membeli emas dan menyimpannya, tentulah masih dibutuhkan biaya penyimpanan (misalkan menyewa Safe Deposit Box di bank).
Saat ini sudah banyak lembaga yang menawarkan investasi dalam bentuk emas. Jenis investasi ini mungkin hampir sama seperti sistem apabila kita akan berinvestasi di surat-surat berharga. Investasi melalui lembaga investasi ini, para investor yang akan menginvestasikan dananya ke dalam bentuk emas akan lebih mudah dan aman. Karena para investor cukup menyetorkan sejumlah dana yang kemudian akan dikelola oleh lembaga investasi ini. Kita juga akan dipandu oleh para trader manager yang memiliki pengalaman dan pengetahuan analisis atas pergerakan harga emas, sehingga para trader manager inilah yang kelak akan memberikan advice bagi para investor untuk melakukan transaksi jual atau beli. Dengan demikian, selain mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga emas, investasi yang dilakukan juga relatif lebih aman.
Investor juga dapat menanamkan dananya sesuai dengan kemampuannya. Selanjutnya para trader manager akan mengelola dana yang telah diinvestasikan tersebut untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Salah satu lembaga investasi yang menawarkan jasa pengelolaan investasi emas, perak dan platinum adalah Today Gold Investment. Today Gold Investment memiliki para analis yang handal dan berpengalaman yang dapat membantu para investor untuk memperoleh penghasilan dan keuntungan maksimal atas dana yang diinvestasikan tersebut.
Today Gold Investment adalah perusahaan yang bergerak di bidang investasi metal, seperti platinum, perak, dan emas. Today gold income adalah trader manager Anda, yang memiliki analis dan trader yang sangat prodessional dan berpengalaman di bidangnya, dengan mempercayakan investasi Anda kepada Today Gold Investment, maka Anda akan mendapatkan income tambahan bahkan setiap harinya.
Untuk berinvestasi melalui Today Gold Investment, diberikan beberapa bentuk investasi (plan), yaitu:
| 125% after 1 day | ||
| Plan | Spent Amount (US$) | |
| Plan 1 | $10 - $1,999 | 103.00 |
| Plan 2 | $2,000 - $5,000 | 125.00 |
| 230% after 5 days | ||
| Plan | Spent Amount (US$) | |
| Plan 3 | $50 - $1,999 | 130.00 |
| Plan 4 | $2,000 - $5,000 | 230.00 |
| 300% after 30 days | ||
| Plan | Spent Amount (US$) | |
| Plan 5 | $500 - $1,000 | 250.00 |
| Plan 6 | $2,000 - $5,000 | 500.00 |
| 8% daily for 365 days | ||
| Plan | Spent Amount (US$) | |
| daily plan | $2,000 - $3,000 | 8.00 |
Di samping profit yang akan diperoleh dari investasi tersebut, juga akan diperoleh penghasilan dari setiap referral (member yang mendaftar melalui account Anda) yang telah menginvestasikan dananya, yaitu:
Bikin Rekor Lagi, Harga Emas Incar USD 1.300

Pedagang emas di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, menimbang perhiasan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pesona harga emas belum memudar. Analis memperkirakan tahun ini harga emas berpeluang menembus 1.300 dollar AS per troy ounce. Para investor bakal mengalihkan dananya dari mata uang ke logam mulia.
Analis Standard Bank Plc, Bruce Ikemizu, menilai, mata uang euro dan dollar Amerika Serikat mungkin akan kehilangan daya tariknya. Sebab, kondisi ekonomi di negara maju saat ini masih di bawah negara-negara emerging market seperti China.
Saat ini belum ada instrumen investasi yang pas untuk menggantikan dollar AS dan euro. Maka itu, menurut Ikemizu, pilihannya adalah emas.
"AS tidak lagi mendominasi perekonomian dunia. Kini yang mendorong ekonomi global adalah pertumbuhan negara-negara berkembang," kata Ikemizu di Jepang, seperti dikutip Bloomberg, pekan lalu.
Pada perdagangan di New York Mercantile Exchange Jumat (18/6/2010) lalu, harga emas pengiriman Agustus ditutup mengaut 9,60 dollar AS pada 1.258,30 dollar AS per ounce. Ini merupakan posisi tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan dalam perdagangan harian harga logam mulia ini sempat menyentuh rekor tertinggi harian pada 1.263,70 dollar AS.
Adapun untuk harga emas pengiriman terkini, ditutup pada posisi 1.257,20 dollar AS per troy ounce. (Sandy Baskoro/Kontan)
Minggu, 20 Februari 2011
Prediksi Harga Emas di Tahun 2009
Emas menjadi salah satu aset investasi andalan di 2009. Hal ini terkait prediksi naiknya harga emas serta minimnya faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pergerakan logam mulia. Investasi emas selain aman juga menjanjikan.Emas pada perdagangan Asia hari Jumat (2/1) terpantau menguat seiring meningkatnya permintaan komoditi logam mencapai 5,8% pada penghujung 2008 lalu. Bertambahnya permintaan logam menjadi angin segar bagi sektor industri logam di tengah melambatnya perekonomian global.
Harga emas di perdagangan Singapura naik US$ 2,1 menjadi US$ 881,55 per ons. Sedangkan emas untuk kontrak Februari turun 0,2% menjadi US$ 882,4 per ons. Sepanjang Desember, emas sudah mengalami peningkatan 10% seiring melemahnya dolar dan turunnya harga logam, tembaga dan aluminium.
"Emas naik sedikit pada periode liburan ini. Terdapat beberapa indikator yang mendorong aksi profit taking sebelum liburan usai," jelas Jonathan Barratt, Managing Director Commodity Broking Services di Sydney, kemarin.
Harga emas di awal 2007 masih bertengger di US$ 640 per troy ounce dan sempat melejit memecahkan rekor tertinggi di harga US$ 1.125 per troy ounce pada 2008. Hal itu tidak terlepas dari melejitnya harga minyak mentah dunia yang sempat mencetak rekor tertinggi US$ 147 per barel Juli 2008 lalu.
Meskipun harga minyak dunia untuk pengiriman Februari 2009 melorot 1,5% menjadi US$ 39,31 per barel, hal ini belum mengindikasikan dimulainya tren penurunan banderol emas.
Pasalnya, faktor pendorong emas bukan hanya minyak bumi. Beberapa faktor diindikasikan bisa mendongkrak harga emas 2009, seperti ekspektasi investor bahwa emas merupakan salah satu pilihan ivestasi yang aman. Apalagi banderol emas juga dipengaruhi pergerakan kurs dolar AS, sehingga ketika dolar melemah, emas akan diminati.
Ashraf Laidi, pemimpin market strategist di CMC World Markets London mengatakan, emas kemungkinan menguat di 2009. Laidi mencatat kinerja positif emas selama 2008 dibandingkan semua mata uang selain Jepang. "Ketika imbal hasil merosot dan deflasi, emas membuktikan menjadi instrumen untuk melawan uang kertas," paparnya
Emas awal 2008 dimulai di level US$ 840,3 sementara saat ini naik ke level US$ 882, dibantu penguatan euro terhadap dolar AS serta ketegangan geopolitik setelah Israel menyerang Gaza. "Target kenaikan harga emas mencapai level US$ 920," imbuhnya.
Citigroup awal Desember juga meramalkan bahwa harga emas dapat mencapai US$ 2,000 per troy oz dalam dua tahun mendatang. Prediksinya adalah akhir 2009.
Tom Fitzpatrick, Chief Technical Strategist dari Citigroup mengatakan, melonjaknya harga emas disebabkan karena bank-bank sentral dunia telah membanjiri sistim moneter dengan likuiditas berupa uang kertas.
Sehingga akan berujung pada dua ekstrem yaitu inflasi memuncak, dan spiral depresi, kerusuhan bahkan bisa timbul perang. "Ekstrem manapun yang terjadi, akan membuat harga emas tetap naik," katanya.
Hal senada diungkapkan Paul Volcker, Chariman of Economic Recovery Advisory Board yang diangkat oleh presiden terpilih Barack Obama. Menurutnya, dampak dari krisis ini adalah kerusakan sistim finansial yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Pernyataan ini patut dipertimbangkan mengingat Paul pernah menjabat sebagai Charirman dari US Federal Reserve 1979-1987 saat pemerintahan Presiden Carter dan Ronald Reagan.
Secara umum harga emas dunia bergerak berlawanan arah dengan kekuatan mata uang dolar AS. Saat ini dolar relatif perkasa dengan indeks dolar mencapai 84 sehingga emas diprediksi akan melemah lagi pada harga US$ 822 per troy oz.
Namun, tren melemahnya dolar sudah mulai terasa beberapa pekan terakhir. Hal ini mencerminkan kondisi Amerika sebagai negara pengutang terbesar saat ini, dan pemerintahan yang sekarang membuat blunder dengan utang yang tidak akan bisa dibayar sampai beberapa generasi mendatang.
Sejak berdirinya AS selama lebih dari 240 tahun, utang yang tercatat hanya US$ 9 triliun. Namun akibat krisis finansial global, pemerintah sekarang telah berutang atau membuat komitmen utang untuk berbagai program bailout sebesar US$ 8,5 triliun.
Ini berarti, kalau dolar anjlok harga emas akan melejit dua kalinya atau bahkan lebih mencapai level US$ 1600. Namun investor harus berhitung cermat sebelum berbelanja logam mulia. Selain itu juga harus memperhatikan kondisi AS dalam tiga bulan pertama 2009. Di rentang waktu itulah tren pergerakan banderol emas akan jelas terlihat. [E1]
Sumber: INILAH.COM
Pilih Investasi CPO atau Emas?
Peningkatan harga ini terjadi sekitar 30 persen dalam setahun terakhir. "Analis memperkirakan harga emas akan berada dikisaran US$1.450 per troy ounce, sampai akhir tahun ini," kata CEO Indonesia Commodity and Derivatives Exchange Megain Widjaja ketika dihubungi VIVAnews di Jakarta.
Data US Geological Survey (USGS), memperlihatkan bahwa produksi emas naik 2,26 ton menjadi 2.350 ton pada 2009. Produksi ini, 9,6 persen di bawah puncaknya pada 2001.
Thomas Chaize, pengamat emas dari GoldSeek.com seperti dikutip VIVAnews, mengamati bahwa penurunan produksi telah membuat harga emas melambung tinggi. Dalam satu dekade, harga emas naik dari US$275 troy ounce (1 troy ounce setara 31,1 gram) menjadi lebih dari US$1.300 pada bulan ini.
Sementara itu, harga CPO dunia saat ini mencapai level US$890 per ton. "Hingga akhir tahun, harganya akan berada dikisaran US$900–950 per ton," ujar Nico Omer Jonckheere, vice president PT Valbury Asia Securities di Jakarta.
Artinya, ada kenaikan sekitar 40,11 persen dibandingkan rata-rata harga CPO pada tahun lalu (2009), yakni di level US$678 per ton. Nilai itu jauh lebih tinggi dari ekspektasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) yang hanya memprediksikan naik sebesar 12 persen.
Kenaikan harga ini juga disebabkan tidak seimbangnya antara permintaan dan ketersediaan barang untuk CPO.
Riset OSK Investment meningkatkan target price earning ratio (PER) untuk saham perkebunan dari 15 kali menjadi 18 kali untuk tahun 2011.
Minimnya produksi CPO dunia tak terlepas, karena faktor cuaca yang tidak menentu, curah hujan yang tinggi, serta adanya ancaman badai La Nina. Imbasnya, harga pun terus membumbung dan marjin keuntungan yang diperoleh perusahaan berbasis CPO menjadi semakin besar.
Kondisi ini diakui beberapa pelaku pasar sebagai kondisi positif (bulish). "Komoditas Indonesia bulish sampai tahun 2011," kata Direktur Utama Ciptadana Securities Ferry Budiman Tanja.
Sedangkan Megian Widjaja menilai, kondisi ini seharusnya dijadikan momentum untuk menambah portofolio investasi. "Meski indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia juga tengah baik, ada baiknya sebagai diferensiasi portofolio investasi, mengalihkannya sebagian ke komoditas," kata dia.
Emas, dia melanjutkan, memiliki stabilitas lebih baik ketimbang jenis investasi lainnya. Data Indonesia Commodity and Derivatives Exchange menunjukkan, volatilitas emas dalam satu tahun sebesar 18,7 persen. "Ini yang menyebabkan China switch (beralih) investasi ke emas," kata Megian. Sementara itu, tingkat imbal hasil dari emas dalam dua tahun sebesar 27-30 persen.
Bagaimana dengan CPO? Menurut Megian, dengan harga Rp7.235 per kilogram untuk pengiriman Oktober, investasi CPO memiliki tingkat pengembalian sebesar 13,75 persen. Sementara itu, periode yang sama tahun lalu, tingkat pengembalian investasi CPO minus 20 persen. Jadi, pilih CPO atau emas?
Sumber: VIVAnews