Kamis, 28 Maret 2013

Pinjaman untuk Investasi





"Berutang adalah dosa". Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar jargon semacam itu. Lepas, apakah Anda memiliki keyakinan yang sama atau tidak, yang jelas, tidak ada satu kitab suci pun yang mengatakan utang adalah dosa. Tidak ada satu aturan hukum yang melarang orang untuk berutang. Yang dosa dan melanggar hukum adalah kalau ngemplang utang. Dalam pakem keuangan, utang malah dianjurkan

Kredit untuk Apa?





Sebagian dari Anda pasti pernah menjadi debitur bank. Meminjam kredit untuk berbagai keperluan. Bisa untuk menambah modal kerja usaha, atau meminjam uang bank untuk melakukan investasi, pembelian barang modal, membangun pabrik, dan lain sebagainya. Tetapi, ada juga yang menggunakan fasilitas kredit bank untuk membeli rumah atau kendaraan. Apakah salah? Jelas tidak. Meminjam kredit bank

Seni Mengatur Tabungan





Rasanya hampir setiap orang saat ini memiliki tabungan. Tidak ada lagi yang menyimpan uang di bawah bantal. Yang membedakan hanyalah jumlah uang yang ditabung. Juga pilihan banknya. Ada yang menabung di bank konvensional, ada pula di bank syariah. Lebih dari itu, jika ingin menabung di bank konvensional, pilihannya juga sangat banyak. Dewasa ini, ada sekitar 130-an bank di Indonesia, mulai

Rabu, 27 Maret 2013

Ketika Bunga Deposito "Berguguran"





Jika Anda mengikuti perkembangan sektor perbankan, akhir-akhir ini, pasti sudah mendengar bahwa bank-bank berskala besar bersepakat untuk menurunkan bunga deposito menjadi maksimal 8 pct per tahun. Angka 8 pct itu diperoleh dari tingkat bunga S131 rate plus 1,5 pct. Jadi, kalau SBI rate adalah 6,5 pct, maka bunga deposito maksimal 8 pct. Namun, itu pun dengan catatan, bahwa yang bisa

"Tabungan" Lebaran





Tampaknya pepatah bahwa permainan uang akan terus ada sepanjang peradaban manusia, bukanlah isapan jempol. Kita berkali-kali dikejutkan oleh peristiwa money game yang terus berulang, termasuk dalam skala seperti yang dilakukan oleh Madoff dan juga skema ponzi. Belum lama ini, modus yang mirip kembali mengemuka di daerah Jawa Barat. Seseorang melakukan pengumpulan dana dari masyarakat untuk

Budaya Menabung





Coba cek buku tabungan atau rekening tabungan Anda, ada berapa dana tersisa di dalamnya? Bagaimana perasaan Anda setiap melihat angka nominal yang tertera dalam buku tabungan itu? Puas? Atau merasa tabungan Anda terlalu sedikit, atau Anda ingin nilai tabungan lebih besar lagi? Wajar, kalau berperasaan seperti itu. Sudah merupakan hukum alam, setiap orang ingin memiliki uang banyak, walau bagi

Memilih Bank





Setelah peristiwa MD mencuat dan menjadi head line di berbagai media massa, apakah Anda merasa khawatir terhadap simpanan Anda di bank? Harus khawatir, karena hal seperti itu bisa terjadi pada siapa saja. Bukan saja nasabah-nasabah yang masuk dalam kategori wealth management atau private banking, tetapi juga bisa menimpa nasabah kebanyakan. Kok bisa? Bisa. Bank bukan lembaga keagamaan yang di

Memahami jenis Pinjaman





Sebagian besar dari Anda, ketika mendengar kata pinjaman, pasti langsung mengasosiasikannya dengan kredit bank. Tidak salah memang, tapi yang dimaksud dengan pinjaman jauh lebih luas dari sekadar kredit bank. Dan sebagaimana pernah diulas, mencari pinjaman untuk berinvestasi bukanlah hal buruk, sepanjang kegunaannya untuk kegiatan produktif dan dari kegiatan tersebut pinjaman bisa dibayar

kartu Kredit dan Debt Collector





Kematian yang dialami pemegang kartu kredit, sebagai akibat ulah debt collector belum lama ini, bukan saja meresahkan banyak kalangan. Tetapi dipastikan mengagetkan bank penerbit kartu kredit itu sendiri. Kenapa? Karena penerbit kartu pasti tidak pernah menyangka bahwa hasil akhir dari upaya penagihan kredit yang tertunggak berujung pada kematian sang debitur. Sebab, utang piutang merupakan

Hasil Investasi Saham





Saat menulis artikel ini tahun 2010 akan segera berlalu. Sebagian dari Anda, mungkin telah menyiapkan rencana liburan akhir tahun. Ada yang hendak berlibur karna merasa perlu menghadiahi diri sendiri, setelah bekerja keras selama setahun. Dan boleh jadi, membuahkan hasil prestasi yang menggembirakan. Tetapi, tidak sedikit juga yang berlibur di akhir tahun karena sekadar "ritual". Kebiasaan

Menghindari "jebakan" Pasar Saham





Anda sudah berinvestasi di pasar saham? Bagaimana hasilnya? Sebagian dari Anda boleh jadi sudah menikmati keuntungan besar. Tetapi, sebagian lagi, juga sangat mungkin merasa jera dan mundur dari pasar saham, karena mengalami kerugian. Lepas dari situasi tersebut, bagi Anda yang selama ini sudah berhasil menuai untung, jangan dulu bergembira. Sebab suatu ketika Anda bisa saja "terpeleset"

Memahami "Perilaku" Saham





Dalam 2 (dua) tulisan terdahulu telah dibahas tentang investasi saham untuk pemula dan juga bagaimana memilih saham yang potensial. Apakah dengan memahami hal mendasar tersebut, sudah memberi garansi bagi Anda untuk sukses dalam investasi saham? Sama sekali tidak. Sehebat apa pun kemampuan dan pengetahuan Anda tentang saham, tidak merupakan jaminan, kalau Anda membeli saham, pasti saham

Mekanisme Transaksi Saham





Beberapa tulisan terdahulu sudah mengulas berbagai lika-liku pasar saham. Kalau kemudian Anda merasa tertarik untuk mulai berinvestasi, mungkin ada pertanyaan, bagaimana memulainya. Paparan berikut ini akan mengupas mengenai mekanisme transaksi saham secara ringkas, yang dapat menjadi masukan bagi Anda sebelum memulai transaksi.



Pertama, transaksi saham di pasar modal mesti dilakukan

Saham Bagus vs Saham Jelek





Jika sebelumnya pernah diulas sedikit gambaran umum yang mungkin belum cukup untuk dijadikan bekal tentang bagaimana untuk bermain saham di pasar modal, khususnya bagi pemula. Paparan berikut ini akan menggambarkan lebih jauh tentang memulai investasi di pasar modal. Intinya adalah bagaimana memilih saham yang akan dibeli dan kapan saham tersebut boleh dibeli. Dan itu digambarkan melalui

"Beternak" Uang di Bank





Seandainya sebuah bank kalah kliring dan itu terjadi di saat LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) belum ada, bisa dipastikan para pemilik dana akan berbondong-bondong menuju bank dimaksud untuk menarik semua dana mereka. Fenomena seperti itu sudah pernah terjadi ketika krisis keuangan melanda negeri ini satu dasawarsa silam. Namun, hari-hari ini, rush atau penarikan dana besar-besaran bukan lagi

Membeli Saham IPO





Anda tentu pernah mendengar istilah IPO (Initial Public Offering). Apa itu? Sederhananya, IPO adalah menjual sebagian kepemilikan saham kepada publik melalui pasar modal. Bagi perusahaan, IPO merupakan langkah untuk rnenaikkan "derajatnya". Kenapa? Karena menjadi perusahaan publik, mengharuskan perusahaan lebih transparan, lebih kompetitif dan lebih memiliki tanggung jawab. Sebab, sebagian

Memilih Saham IPO





Jika Anda memperhatikan pasar modal Indonesia, atau Anda termasuk investor yang gemar menempatkan dana di bursa efek, pasti tahu bahwa di tahun 2010 lalu, tidak kurang 25 perusahaan listing di pasar modal. Beberapa di antaranya malah menjadi "bush bibir" karena peminatnya membludak dan bahkan menjadi perbincangan mulai dari politisi hingga pedagang kaki lima. Sebut sala.h satunya adalah saham

Pasar Perdana vs Pasar Sekunder





Bagi Anda yang berinvestasi di pasar modal, pasti mengenal istilah pasar perdana dan juga pasar sekunder. Pasar perdana adalah ketika investor membeli saham pada saat belum diperdagangkan alias membeli saham IPO (Initial Public Offering). Sedangkan pasar sekunder adalah tempat membeli, ketika saham sudah diperdagangkan. Pertanyaannya, lebih menguntungkan mana, membeli saham di pasar perdana

Seni "Berinvestasi" Saham





Bahasan tentang potensi unsung ataupun potensi rugi di pasar modal, yang telah sedikit disinggung hanyalah bagian kecil dari seni berinvestasi di pasar modal, khususnya di saham. Seni? Ya, seni. Sebab, untuk bisa menjadi pemain alias investor yang sukses di pasar modal khususnya pasar modal seperti Bursa Efek Indonesia tidak cukup hanya dengan kompentensi, pengetahuan, skill, ataupun

Potential Gain vs Potential Loss





"Berbahagialah" Anda, jika sudah sejak lama melakukan investasi di pasar modal. Kenapa? Ya karena hari-hari ini indeks melaju, menembus angka yang hampir tidak diperkirakan sebelumnya. Pada akhir Juli lalu, indeks harga saham gabungan menembus 2200. Ketika tahun 2009 dimulai, indeks masih berada di kisaran 1300-1400. Pada saat itu, hampir semua analis hanya berani mematok angka 1800 sebagai

Kapan Membeli Saham?



Dalam tulisan terdahulu sudah dibahas mengenai kapan sebaiknya menjual saham. Ini khususnya bagi orang-orang yang sudah memegang saham. Menjual di sini, bisa dalam artian untuk memperoleh profit, karena harga saham di pasar sudah lebih tinggi dibandingkan ketika saham dibeli. Tet
api, menjual saham juga bisa dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih dalam, karena harga saham tidak kunjung

Kapan Menjual Saham?





Apakah Anda berinvestasi di pasar modal? Apakah Anda menggemari investasi saham? Sebagian dari Anda pasti menjawab ya. Dan bahkan mungkin akan menambahkan penjelasan, bahwa sebagian kekayaan Anda diperoleh dari keuntungan bermain saham. Benar, kendati investasi saham memiliki risiko yang tinggi, namun di sisi lain juga menyimpan potensi keuntungan yang sangat besar. Jika menempatkan dana di

"Jurus" Memilih Saham





Seperti telah dipahami bersama, secara sederhana, analisis fundamental adalah untuk mengetahui kinerja dari suatu perusahaan. Dan berdasarkan itu Anda bisa memutuskan apakah saham tersebut layak beli atau tidak. Semakin bagus kinerja dari perusahaan tersebut, semakin layaklah saham itu untuk dikoleksi. Lain halnya, analisis teknikal akan menggambarkan kapan sebaiknya saham tersebut dibeli dan

Investasi di Saat Krisis





Tidak bisa dipungkiri, dalam beberapa bulan belakangan cukup banyak kalangan yang menjadi lebih miskin ketimbang sebelumnya. Nilai aset mereka turun drastis. Kenapa begitu? Karena mereka melakukan investasi di pasar modal dan nilai saham yang dimilikinya anjlok puluhan persen. Dengan kata lain, kekayaan mereka juga tergerus puluhan persen. Tetapi, di sisi lain, dalam beberapa pekan belakangan

Investasi untuk Pensiun





Anda seorang karyawan/karyawati? Berapa usia Anda? Apakah Anda pernah berpikir tentang masa pensiun nanti, ketika Anda sudah tidak lagi menjadi karyawan/karyawati di perusahaan Anda saat ini? Mungkin sebagian dari Anda tidak merasa khawatir menghadapi masa pensiun, karena perusahaan menyediakan dana pensiun, sebagai ganti gaji Anda. Pertanyaannya berapa besar uang pensiun yang akan Anda

Investasi Hari Tua





Anda tentu pernah mendengar istilah basic welfare. Apa itu? Kesejahteraan pada tingkat yang paling dasar, yakni terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, papan, terjaminnya hari tua, dan terjaminnya kesehatan. Sebuah negara bisa dianggap berhasil menyejahterakan masyarakatnya, seandainya kelima hal tersebut terpenuhi. Dalam realitasnya apa yang terjadi? Mungkin dalam level tertentu, semua

Investasi Aktif





Apa yang sebaiknya dilakukan seorang investor setelah menentukan investasi pilihannya? Ada beberapa pilihan. Misalnya, mendiamkan saja investasi tersebut dalam kurun waktu tertentu, dengan harapan investasi yang sudah dilakukan akan memberikan imbal hasil yang tinggi. Contohnya, membeli tanah di sebuah lokasi. Beberapa tahun kemudian, harga tanah tersebut akan mengalami peningkatan. Demikian

Investasi dalam Musik





Jika Anda termasuk penggemar musik dan kerap membeli CD atau kaset atau malah pengguna Ring Back Tone (RBT), boleh jadi Anda sering kebingungan menghafal nama-nama penyanyi atau grup band baru. Ya, sejak beberapa tahun belakangan, industri musik Indonesia kebanjiran artis-artis baru. Hampir setiap hari ada saja CD atau kaset yang beredar. Ditambah lagi dengan program musik yang sangat gencar

Investasi Kreativitas





Benar, sebagian kalangan beranggapan bahwa yang namanya investasi mesti bermodalkan uang. Tidak salah memang. Tetapi, sangat keliru, jika investasi semata-mata menyangkut uang. Berapa pun dana yang dimiliki dan diinvestasikan, jika tidak diikuti dengan strategi dan kreativitas, maka dana tersebut bisa hilang. Di sisi lain, seseorang yang tidak memiliki uang, bisa menghasilkan uang jika mampu

Investasi Alternatif





Apakah jumlah (Jana investasi akan berbanding lurus dengan hasil investasi? Umpamakan Anda memiliki dana Rpl miliar untuk diinvestasikan, apakah bisa dipastikan kalau hasilnya, secara persentase atau yield on investment-nya akan lebih tinggi ketimbang jika dana investasi Anda sebesar Rp500 juta. jawabannya adalah tidak. Besarnya dana investasi tidak menjamin akan memberikan basil yang lebih

Selasa, 26 Maret 2013

Investasi Nonfinansial





Investasi nonfinansial? Apa pula maksudnya. Ya, sebagian besar dari kita pasti memahami bahwa yang namanya investasi berhubungan dengan uang. Apakah itu menempatkan dana dalam bentuk deposito berjangka, bermain saham, obligasi, reksadana, membeli tanah, rumah, dan lain sebagainya. Semuanya berdasar pada uang sebagai dana yang diinvestasikan. Lalu, bagaimana pula investasi nonfinansial?



Investasi Langsung





Anda bingung memikirkan tingkat bunga deposito yang sudah tidak terlalu menarik? Atau merasa tidak cukup punya bakat untuk menginvestasikan uang di pasar modal? Sementara, boleh jadi Anda ingin berinvestasi untuk memproduktifkan uang yang dimiliki. Bagaimana caranya? Banyak. Investasi bisa dilalaikan dalam seribu satu cara. Ada pelbagai jenis investasi yang bisa dipilih dan berpotensi

Investasi Secara Berkala





Apakah Anda sering merasa cemburu dengan teman sekantor yang notebene bergaji tidak jauh beda dengan Anda, namun kehidupan finansialnya jauh lebih baik dari Anda? Ya, teman sekantor ataupun tetangga sebelah rumah bisa memiliki kondisi keuangan yang lebih bagus daripada Anda, dan Anda lantas mencurigainya. Anda berprasangka, teman atau tetangga Anda melakukan korupsi, menerima suap atau

Investasi ala "Odong-Odong"





Benar, investasi adalah cara yang paling masuk akal untuk memupuk kekayaan. Ketimbang melakukan korupsi yang bermuara di penjara, atau menunggu warisan dan apalagi sekadar bermain lotre, maka investasi adalah tahapan paling akhir sebelum menuju posisi owner, dalam anak tangga kebebasan finansial. Jadi, tatkala seseorang memiliki tujuan hidup yang salah satu anak tangganya adalah tujuan

Investasi Saham bagi Pemula





Coba cermati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dalam 2 (dua) bulan terakhir di penghujung 2010. Berkali-kali menembus rekor baru, mulai dari 3200 dan kemudian 3300, bahkan akhir-akhir ini sudah di sekitar 3400. Padahal di awal tahun 2010, indeks masih berada di kisaran 2400. Kenaikan indeks yang pesat tersebut, jelas menggembirakan bagi para pelaku di pasar modal. Investor

Investasi "Semusim"





Bagi Anda yang menggemari musik pasti pernah mendengar judul lagu "semusim" yang dinyanyikan oleh penyanyi kondang seperti mendiang Chrisye ataupun Fariz RM. "Semusim" kerap dijadikan judul lagu, atau bahkan judul film dan juga novel. Tapi, "semusim" dalam tulisan ini jelas tidak ada hubungannya dengan lagu ataupun judul novel. "Semusim" dalam pembahasan berikut adalah perilaku investor yang

Senin, 25 Maret 2013

Investasi dengan Angsuran





Apakah akhir-akhir ini, Anda sering berkeringat dingin? Sulit tidur? Tiba-tiba dada merasa sesak, ingin marah, kesal, dan merasa tidak nyaman? Hati-hati. Boleh jadi Anda sudah terjangkit sindrom depresi kejatuhan pasar modal. Ya, Anjloknya IHSG puluhan persen dalam beberapa pekan terakhir, telah mengakibatkan banyak pelaku mengalami loss. Paling tidak unrealized loss atau potensial loss.

Investasi "Kura-Kura"





Jangan keliru tafsir. Tulisan ini bukan bermaksud membahas hewan kura-kura yang jalannya amat lamban. Tetapi mengulas investasi yang hasilnya amat lamban, alias mirip kura-kura. Kendati di sisi lain, dalam sebuah lomba mencapai suatu tempat, ada cerita kura-kura yang berhasil mengalahkan hewan berkaki empat. Dus, kura-kura yang lamban, bukan berarti selamanya jelek. Bagaimana maksudnya? Ikuti

Restrukturisasi Investasi





Benar, sebagian dari Anda dipastikan telah menikmati hasil investasi yang cukup memuaskan di tahun 2009 lalu. Apalagi kalau Anda berinvestasi di pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan yang mencapai 2535 dari sebelumnya 1350-an di posisi akhir tahun 2008, atau meningkat sebesar 86 persen, jelas termasuk kenaikan yang luar biasa. Bandingkan misalnya dengan kalangan yang berinvestasi dalam

Perencanaan vs Realisasi Investasi



Semester pertama 2011 telah kita lalui. Lazimnya, ada evaluasi terhadap pencapaian tengah tahun. Perusahaan, apalagi yang public company, akan berupaya keras agar kinerja tengah tahunnya sejalan dengan business plan mereka, bahkan kalau bisa melebihinya. Jadi, katakanlah, target laba untuk tahun 2011 sebesar Rp100 miliar, maka di akhir Juni paling tidak sudah mencapai di atas Rp50 miliar.

Sisi Gelap Investasi





Investasi memang merupakan salah satu cara paling efektif untuk meraih kesejahteraan finansial. Bahkan, melalui investasi seseorang bisa menyuruh uangnya "bekerja". Jadi, uang mencari uang. Bukan Anda yang mencari uang, baik itu sebagai pekerja ataupun wirausaha. Itu sebabnya, seseorang yang berpenghasilan tetap sebaiknya menyisihkan sebagian penghasilan tetapnya untuk diinvestasikan, agar di

Portofolio Investasi 2011





Tahun 2010 telah berlalu, bahkan 2011 pun mendekati akhir. Dan kini, sebagian dari Anda mungkin tengah menikmati liburan akhir tahun. Itu hak Anda. Apalagi, kalau beberapa terakhir dilalui dengan banyak kesuksesan, baik dalam aspek finansial maupun nonfinansial. Namun jangan lupa. Waktu tidak pernah berhenti. Dan situasi setiap tahun juga berbeda. Lihat saja pasar modal tahun 2010.

Investasi tanpa Beban





Masih ingat peristiwa yang terjadi pada sebuah bank swasta, yang beberapa waktu lalu ramai diberitakan oleh media massa? Fenomena yang menimpa bank tersebut, ditengarai sarat berbagai kepentingan. Mulai dari kepentingan baik, hingga kepentingan yang kurang jelas. Namun, lepas dari itu, toh tidak ada salahnya kita cermati apa sesungguhnya yang terjadi di sana. Khususnya, apa yang menimpa

Hikmah Krisis Keuangan




Krisis keuangan global. Itulah yang dibicarakan, didiskusikan dan menjadi head line semua media massa akhir-akhir ini. Kenapa dibicarakan? Karena krisis keuangan yang dipicu oleh kejatuhan subprime mortgage tersebut telah menjadi epidemi di seluruh penjuru dunia. Seperti penyakit menular yang bisa mengundang kematian. Pertanyaannya, apakah benar krisis tersebut memang sedemikian parah dan bisa

Resolusi Investasi di Tahun Macan




Boleh percaya, boleh tidak. Yang jelas, tahun 2010 yang bagi sebagian kalangan ditengarai sebagai tahun macan, dianggap merupakan tahun keras. Mirip perilaku macan. Ya, macan tergolong binatang buas. Untuk kelangsungan hidupnya, selalu mencari mangsa yang bisa diterkam. Lantas apa maknanya bagi kehidupan? Tentu sangat luas. Bergantung bagaimana menyikapinya. Mungkin, Anda beranggapan, hidup

Resep Investasi





Sebagian besar dari Anda tentu paham bahwa keberhasilan dalam berinvestasi bukan saja karena pilihan investasinya tepat, tetapi juga karena disiplin dalam menerapkan resep (baca: strategi) yang dipilih. Namun, dewasa ini banyak sekali resep dalam berinvestasi. Apalagi kalau investasi itu dilakukan di pasar modal.



Bermain saham, membeli reksadana, atau bahkan bermain indeks membutuhkan

Rekapitulasi Investasi





Setiap menjelang akhir tahun, sebagian besar dari Anda pasti akan berlibur. Bukan saja untuk melepas penat, setelah setahun melakukan aktivitas. Namun saat berlibur biasanya juga digunakan untuk merenung. Mengevaluasi apa yang sudah diraih di sepanjang tahun yang akan berlalu, dan apa yang hendak dilakukan pada tahun mendatang. Evaluasi itu, tentu saja bersifat menyeluruh. Menyangkut berbagai

Review Investasi






Jika Anda usia investasi Anda telah mencapai 6 bulan sejak awal tahun. Tentu saja, investasi di semester pertama, terdiri atas investasi baru dan juga investasi yang sudah dilakukan sejak jauh-jauh sebelumnya, namun masih dipegang hingga saat ini. Pertanyaannya, apakah kemudian semua investasi tersebut dibiarkan begitu saja? Bagaimana cara melakukan monitoring terhadap seluruh portofolio

Perilaku "Menyimpang" Investor




Jika Anda tergolong kalangan yang gemar "bermain" saham, pasti pernah merasakan nikmatnya gain dan juga perihnya kerugian dari investasi yang Anda tanamkan. Pertanyaannya, apa yang menyebabkan Anda memperoleh gain dan apa pula yang membuat Anda terjerembap dalam kerugian? Anda bisa menjawab dengan seribu satu alasan. Tetapi, berdasarkan riset di negara-negara maju, penyebab utama keberhasilan

Perilaku Investasi





Apakah benar, ketika seseorang berinvestasi, maka tujuannya adalah melakukan pemupukan kekayaan, sebagaimana kerap dipromosikan oleh lembaga-lembaga atau institusi yang menjual produk keuangan? Jawabannya adalah tidak. Pemupukan kekayaan hanyalah salah satu dari begitu banyak tujuan investasi. Jadi, ketika tujuan investasi itu sendiri sudah tidak jelas, jangan heran jika banyak investor

Implementasi Anggaran Investasi





Pembahasan mengenai Rencana Anggaran Investasi (RAI) yang pernah dimuat di rubrik penulis di Kompas pada akhir Desember 2009 lalu, mengundang banyak e-mail dan SMS yang menanyakan bagaimana konkretnya implementasi RAI dimaksud. Bahasan berikut ini akan mengulas secara sederhana titik landasan RAI yang mungkin bisa menjadi masukan bagi Anda dalam menyusun RAI yang lebih personal.



Hal yang

Minggu, 24 Maret 2013

Alokasi Aset Investasi





Benar, ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang sukses ataupun gagal dalam berinvestasi. Tapi, tahukah Anda, salah satu faktor yang paling menentukan adalah strategi ataupun cara dalam mengalokasikan aset investasi. Apa maksudnya? Umpamakan Anda memiliki dana Rp1 miliar. Dan teman Anda juga memiliki dana dalam jumlah yang sama. Lalu Anda berdua sama-sama melakukan investasi. Bisa

"Matematika" Investasi





Semester pertama 2011 baru saja kita lalui. Lazimnya, ada evaluasi terhadap pencapaian tengah tahun. Perusahaan, apalagi yang public company, akan berupaya keras agar kinerja tengah tahunnya sejalan dengan business plan mereka, bahkan kalau bisa melebihinya. Jadi, katakanlah, target laba untuk tahun 2011 sebesar Rp100 miliar, maka pada akhir Juni paling tidak sudah mencapai di atas Rp50

Jumat, 22 Maret 2013

"Meracik" Portofolio Reksadana





Sebagian besar dari pembaca pasti sudah mengenal reksadana, atau bahkan malah telah menempatkan sebagian investasinya dalam bentuk reksa¬dana. Ya, reksadana merupakan alternatif investasi di pasar modal, bagi kalangan yang tidak ingin membeli langsung saham maupun obligasi, baik karena alasan keterbatasan dana maupun alasan-alasan lain. Hakikatnya, reksadana merupakan suatu keranjang yang

Rencana Anggaran Investasi





Bagaimana kinerja investasi Anda tahun ini? Sebagian dari Anda yang demen menempatkan uang di pasar modal, namun berperilaku risk avoider, boleh jadi sedang harap-harap cemas. Ya, sebab tengah berada dalam posisi un-realized loss alias menanggung potensi kerugian. Kenapa begitu? Karena Anda masih memegang saham-saham yang harganya tidak kunjung naik, sementara waktu beil, harganya ada di atas

Inovasi Keuangan





Bukan hal yang keliru, kalau ada yang beranggapan bahwa besarnya penghasilan tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya kekayaan. Seseorang yang penghasilannya di atas Rp10 juta sebulan, misalnya, bisa saja kehidupan keuangannya lebih "susah" ketimbang karyawan yang penghasilannya sebesar Rp5 juta per bulan. Kok bisa begitu? Bisa saja. Sebab, berapa pun kecilnya penghasilan, sepanjang

Menyiapkan Program Pensiun





Apa arti pensiun bagi Anda? Ada banyak definisi tentang pensiun. Namun, dalam konteks bahasan ini, pensiun ditafsirkan sebagai berhenti bekerja pada suatu perusahaan, karena suatu keharusan ataupun keinginan. Sebut saja, Anda sudah berusia 55 tahun. Maka secara otomatis, Anda akan memasuki usia pensiun dari suatu perusahaan. Atau Anda belum berusia 55 tahun, tapi Anda bisa juga sudah

Kontrak Pengelolaan Dana



Jika Anda seorang investor dan dana yang diinvestasikan cukup banyak, maka pertanyaannya, apakah Anda melakukan investasi seorang diri, atau Anda menitipkan dana Anda pada pihak lain untuk "diputar"? Jika Anda melakukannya seorang diri, dalam arti memilih jenis investasi, menganalisis, mengambil keputusan beli ataupun jual aset investasi, Anda disebut sebagai investor aktif atau direct investor

Kesempurnaan Finansial





Dalam tulisan terdahulu telah diulas mengenai kemandirian finansial. Setidaknya ada 4 (empat) anak tangga yang mesti dilalui jika ingin sampai pada puncak kemandirian finansial, yakni, pertama, membebaskan logika dari pengaruh perasaan ketika mengambil keputusan di bidang keuangan. Kedua, memiliki penghasilan yang lebih besar dari pengeluaran yang paling mendasar. Ketiga, kemampuan

Hemat vs Pelit





Anda pernah disebut pelit oleh teman ataupun handai tolan? Atau memang selalu dianggap pelit karena, kendati memiliki uang banyak, namun tidak pernah mau berbagi dengan yang membutuhkan pertolongan? Jangan dulu berkecil hati. Boleh jadi mereka keliru. Anda sebenarnya tidak pelit tetapi hemat. Namun bisa juga Anda memang benar-benar pelit. Kalau ini yang terjadi tentu Anda mesti berubah. Sebab

Keterbatasan Penghasilan





Penghasilan terbatas, sementara kebutuhan pengeluaran tidak terbatas. Jargon semacam itu memang bukan hal baru. Di sekitar kita, tetangga, teman, sanak saudara, handai tolan atau bahkan kita sendiri, mungkin pernah (atau masih) terjebak dalam situasi semacam itu. Bukan hal baru memang. Namun karena masih saja terjadi, maka ulasan mengenai hal tersebut tetap saja aktual.



Mari kita cermati

Menghindari Kecelakaan Finansial





Yang namanya kecelakaan jelas tidak menyenangkan. Dan tak seorang pun menginginkannya. Namun kecelakaan toh bisa menimpa siapa saja. Sebab, kecelakaan tidak semata-mata menyangkut aktivitas fisik, tetapi juga bisa terkait dengan aktivitas pemikiran dan juga keuangan. Aneh? Sama sekali tidak. Coba cermati hari-hari dalam kehidupan Anda. Pernahkah Anda merasa keliru dalam mengambil keputusan?

Kamis, 21 Maret 2013

Tahapan Kemandirian Finansial





Tidak ada satu pun orang yang ingin hidupnya susah. Kecuali jika yang bersangkutan tengah melakukan "tirakat" atau mengidap paham ajaran tertentu yang berbeda dari orang kebanyakan. Sayangnya, tidak setiap orang pula bisa dengan mudah memiliki kemandirian finansial. Banyak yang hanya bisa sekadar berkemauan untuk hidup berkecukupan, namun tidak memiliki kemampuan. Lebih tragis lagi, ketidak

Kebebasan Finansial, untuk Siapa?





Kalau Anda sedang berjalan-jalan di suatu daerah wisata, tentu Anda sering melihat wisatawan asing yang hanya berbekal ransel. Mereka ini diistilahkan sebagai "backpacker". Atau turis yang hanya menyandang tas di punggung lalu bepergian dari suatu daerah wisata ke daerah wisata lainnya. Lantas apa yang menarik dari mereka? Bagi sebagian kalangan, mereka mungkin sama sekali tidak menarik.

Mengatur Uang Saku





Semua kita pasti menaruh uang di dalam dompet. Hal yang berbeda hanyalah jumlahnya. Ada yang ala kadarnya. Tetapi ada juga yang terbiasa menaruh uang di dompet dalam jumlah yang cukup besar. Alasannya macam-macam. Misalnya, untuk mencegah menggunakan kartu credit ketika berbelanja. Sebaliknya, yang jumlah uang di dompetnya terbatas, mungkin bahwa dengan cara semacam itu, dia bisa berhemat.

Mengklasifikasikan Pengeluaran





Berapa sering Anda bertengkar dengan pasangan karena soal uang? Atau memarahi anak-anak yang selalu meminta uang kepada Anda, atau merasa kesal karena tidak cukup uang untuk membeli barang yang diidam-idamkan? Ya fenomena seperti ini sangat banyak kita temui di sekitar kita, atau bahkan terjadi pada diri Anda juga. Kenapa bisa demikian? Kenapa selalu merasa bermasalah dengan uang? Apakah

Liburan atau Pendidikan Anak?





Bagaimana perasaan Anda hari-hari ini? Berdebar-debar menanti rapor hasil ujian sekolah buah hati Anda? Sebagian dari Anda mungkin demikian. Menginginkan buah hati naik kelas dan atau berprestasi merupakan idaman setiap orangtua. Namun, di sisi lain, ada juga sekalangan orang yang pikiran dan perasaannya tidak lagi tercurah mengenai prestasi anak-anaknya di sekolah. Paling tidak, bukan cuma

Merancang Budget





Anda tentu sudah akrab atau paling tidak, pernah mendengar istilah business plan. Ya, sebab, hampir semua. perusahaan pasti membuat business plan. Hanya saja, Waktu praktiknya ada perusahaan yang gagal merealisasikan business plan-nya. Target yang dibuat tidak pernah tercapai. Namun ada juga perusahaan yang selalu berhasil mencapai target dalam business plan-nya. Malah ada pula yang selalu

BBM dan Uang Belanja





Coba lihat berita di surat kabar maupun televisi akhir-akhir ini, pars mahasiswa sibuk melakukan demonstrasi, menolak rencana pemerintah menaikkan BBM. Demonstrasi itu bahkan dilakukan secara hampir merata di berbagai wilayah Indonesia. Lepas, apakah demonstrasi itu bersifat spontan atau "terkelola", yang jelas, masyarakat umumnya sangat khawatir dengan kenaikan BBM. Kenapa? Karena kenaikan

Nilai Waktu Uang





Coba dengarkan para ibu-ibu tatkala ngobrol antar sesamanya. Pasti ada yang mengeluh bahwa harga-harga pangan naik terus. Misalnya, tahun silam, harga sekilo gula masih sekian rupiah, sementara belakangan ini sudah menjadi sekian rupiah. Dan hari ke hari, semuanya menjadi lebih mahal. Hampir tidak ada yang mengatakan harga barang-barang mengalami penurunan. Kecuali soal BBM yang naik turun

Membuat Keputusan Finansial





Ketika Anda hendak membuat suatu keputusan finansial, misalnya membeli rumah, membeli mobil, berinvestasi dalam saham, dan lain sebagainya, lazimnya ada berbagai pertimbangan yang mendasari. Tapi, coba ingat-ingat kembali, berapa persen keputusan yang Anda buat itu didasarkan atas pertimbangan rasional ketimbang pertimbangan emosional? Apa maksudnya? Sederhana saja. Tatkala Anda hendak

Taktik Alokasi Aset






Anda tentu masih ingat istilah strategi alokasi aset (SAA). Ya, SAA merupakan perencanaan investasi dengan mengalokasikan dana ke berbagai instrumen investasi yang disesuaikan dengan tujuan dan time horizon investasi itu sendiri. Biasanya, strategi alokasi aset tersebut dibuat untuk kurun waktu 5 tahun. 



Pertanyaannya, bagaimana jika ada perubahan dalam tujuan investasi dan juga berbagai

Inovasi Biaya





Tidak ada satu orang pun yang menginginkan kondisi keuangannya "lebih besar pasak dari tiang". Akan tetapi, tidak satu orang pun yang bisa memastikan bahwa kondisi keuangannya akan baik-baik saja. Bahkan, seseorang yang setiap tahunnya mengalami kenaikan pendapatan belum tentu kondisi keuangannya akan lebih baik. Kenapa? Karena jumlah kenaikan pengeluaran bisa saja lebih besar ketimbang

Rabu, 20 Maret 2013

Inovasi Keuangan Keluarga





Apakah Anda termasuk keluarga muda yang baru menikah, atau paling tidak memiliki satu atau dua anak yang masih kecil? Apakah Anda dan istri/suami sama-sama bekerja dan menghasilkan pendapatan bagi keluarga? Jika ya, bagaimana cara Anda mengatur pendapatan keluarga? Jawabannya tentu saja bisa macam-macam. Kalau pertanyaan semacam itu diajukan kepada sang istri, boleh jadi sembari bercanda sang

Matematika Keuangan Pribadi





Jika Anda mengikuti perkembangan ekonomi moneter akhir-akhir ini, pasti membaca berita bahwa BI rate tidak berubah. Alasannya, laju inflasi dalam beberapa bulan terakhir (2008, red.) relatif agak tinggi. Dan dalam rangka mencegah kenaikan inflasi menjadi lebih tinggi, BI memutuskan untuk tidak menurunkan BI rate. BI rate itu sendiri merupakan referensi bagi perbankan dalam menentukan tingkat

Arah Kebijakan Keuangan Pribadi





Mentari di ufuk tahun 2008 baru saja terbit. Sebagian dari Anda boleh jadi, masih berlibur. Berleha-leha menikmati hasil kerja keras sepanjang tahun 2007. Tapi, sebagian lainnya, sangat mungkin sudah mulai masuk kantor dan rada pusing memikirkan utang yang segera harus dibayar. Ya, utang yang dibuat ketika di penghujung tahun memaksakan diri berlibur, atau merayakan tahun baru yang tidak

Mencari Uang vs Melindungi Uang





Coba cermati berbagai berita ekonomi di surat kabar belakangan ini. Cukup menyeramkan. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) merosot tajam. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga anjlok. Inflasi meningkat. Suku bunga mulai meroket. Dan yang paling anyar, sebuah lembaga sekuritas ternama di Amerika Serikat, menyatakan dirinya bangkrut, setelah tidak kuat menanggung derita kerugian akibat subprime

Relasi dengan Uang





Relasi dengan uang? Mungkin Anda bertanya apa pula maksudnya kalimat ini. Tidak perlu berpikir terlalu jauh. Relasi dengan uang sebenarnya merupakan salah satu faktor yang menentukan kesuksesan seseorang dalam pengelolaan keuangan. Seperti kehidupan berumah tangga, apakah relasi antara suami dan istri berlangsung secara hangat, dingin-dingin saja, atau malah sating tidak peduli. Relasi dengan

Emotionfinance





Umpamakan Anda tengah berjalan-jalan di suatu mal bersama handai tolan, lalu melihat ada sepatu bagus, apakah Anda langsung ingin membelinya? Atau, ketika Anda sedang dalam perjalanan, lalu mendengar iklan radio bahwa di sebuah mal tengah diselenggarakan pesta diskon besar-besaran, apakah kemudian Anda akan membelokkan kendaraan Anda dan segera menuju mal tersebut? Atau, tatkala Anda diajak

Keputusan Keuangan





Setiap orang pasti pernah membuat keputusan keuangan, bahkan sejak seseorang mulai mengenal uang. Bisa ketika masih duduk di Sekolah Dasar, ataupun bahkan sebelum itu. Seorang anak yang diberikan uang jajan, misalnya, sudah diberi kebebasan untuk membeli makanan apa yang disukainya atau malah uang tersebut disimpan dan ditabung. Jadi, keputusan keuangan tidak terkait dengan usia seseorang.

Menjadi Kaya atau Sejahtera?






Menjadi kaya atau sejahtera? Sebagian dari Anda mungkin akan bertanya, apa bedanya kaya dengan sejahtera?  jadi Anda akan beranggapan bahwa hakekat kaya dan sejahtera sama saja. Hidup senang, bisa beli apa saja. Tidak kekurangan uang dan lain sebagainya. Tapi, apa benar demikian? Ternyata tidak. Kaya dan sejahtera adalah dua kondisi yang sangat berbeda. Kaya belum tentu sejahtera dan

Logika Kekayaan





Anda tentu pernah mendengar kisah orang-orang yang sukses di usia muda. Atau orang-orang yang dulunya tidak punya apa-apa, ujung-ujung menjadi kaya raya. Kenapa mereka bisa demikian? Kalau Anda penganut paham mistik, mungkin akan menuduh mereka memelihara tuyul atau babi ngepet atau menggunakan "aji-aji sumber kaya". Tapi, kalau Anda menggunakan rasionalitas, tentu Anda akan menyelidiki

Mempertahankan Kekayaan





Segmen keempat dalam perjalanan "kekayaan" adalah bagaimana mempertahankan kekayaan yang sudah diraih. Segmen ini merupakan fase kematangan, kekayaan yang telah diperoleh dan bahkan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, bisa dipertahankan untuk memberikan makna bagi pemilik kekayaan tersebut. Seperti orang lapar Ada saatnya mencari makan, lalu kalau makanannya enak, boleh sedikit meminta

Berbagi Kekayaan





Kalau Anda sudah berada dalam keadaan cukup kaya, atau malah sangat kaya, apa yang akan Anda lakukan dengan kekayaan Anda? Menggunakannya sesuka hati, memenuhi semua keinginan? Sepenuhnya terserah Anda. Namun, jangan lupa, kekayaan yang tidak dikelola, sama artinya dengan menuju kembali kepada kemiskinan. Apalagi jika kekayaan Anda tidak berupa aset yang produktif, maka hanya menunggu waktu

Belajar dari Orang Kaya







Adalah benar, bahwa arti kaya bagi setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang mendefinisikan kaya sebagai banyaknya aset yang dimiliki. Tidak peduli apakah orang tersebut memiliki utang sejibun. Ada juga yang lebih realistis dengan mengartikan kaya sebagai banyaknya nilai aset bersih, yakni harta dikurangi dengan utang-utang. Sementara itu, bagi kalangan kaya adalah suatu kondisi di mana

Perilaku Orang-Orang Kaya





Benar, yang namanya orang kaya juga manusia biasa. Sebagai manusia biasa pasti ada sisi baik dan ada juga sisi buruknya. Tetapi, bagaimana mereka bisa menjadi orang kaya, tidak ada salahnya dicermati. Cara-cara yang menggunakan sisi baik, pantas untuk ditiru. Sementara itu sisi buruknya tentu harus dijauhi. Lantas bagaimana perilaku orang-orang kaya yang layak dijadikan referensi?



Bekerja

Menjadi Lebih Kaya






Apakah saat ini Anda sudah merasa kaya? Cukup kaya? Atau kurang kaya? Ada bermacam persepsi tentang kekayaan. Ada kalangan yang hartanya berlimpah, namun masih saja merasa kekurangan. Akan tetapi, ada juga orang-orang yang sebenarnya tidak memiliki apa-apa, malah merasa sangat kaya. Kalangan ini mensyukuri sekecil apa pun aset yang dimilikinya. Ya, karena yang dianggap sebagai kekayaan tidak

Makna Uang bagi Orang Kaya










Tidak semua orang memiliki kesamaan pandang terhadap uang. Ada kalangan tertentu, yang kendati uangnya berlimpah ruah, tetap saja menganggap uangnya masih sangat sedikit. Kalangan ini kerap memperlakukan uang sebagai hal terpenting dalam hidupnya. Jika uangnya berkurang, langsung stres. Bahkan jikapun uangnya banyak, kerap merasa khawatir kekurangan uang. Tidak pernah merasa cukup

Makna Meningkatkan Kekayaan






Kalau kekayaan Ku sebuah perjalanan, paling tidak ada 5 (lima) fase yang akan mengemuka. Pertama, keinginan untuk menjadi kaya. Kedua, bagaimana meraih kekayaan. Ketiga, bagaimana menjadi lebih kaya. Keempat, bagaimana mempertahankan kekayaan. Kelima, bagaimana berbagi kekayaan.

Ihwal keinginan untuk menjadi kaya dengan segala perilaku orang kaya sudah dibahas dalam tulisan terdahulu.

Selasa, 12 Maret 2013

Investasi Jangka Panjang





Menanamkan dana untuk investasi merupakan pilihan yang tepat untuk masa depan. Pilihan investasi jangka panjang bisa menjadi pilihan investasi yang bijak dalam menyikapi situasi ekonomi yang tidak menentu saat ini. Dibandingkan dengan investasi jangka pendek yang tingkat keuntungannya relatif kecil, investasi jangka panjang menawarkan lebih banyak keuntungan di masa depan bagi investor.