Jumat, 04 April 2008

Tips Membeli Rumah

Ada beberapa hal penting yang patut diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Lokasi menentukan prestasi adalah slogan yang pas untuk menggambarkan prospek dari investasi properti (rumah) Anda.

  • Paling ideal adalah membeli rumah di lokasi strategis karena potensi kenaikannya hampir dapat dipastikan relatif tinggi, misalnya estate yang sudah matang. Tapi kendala yang sering terjadi adalah harganya kelewat mahal.
  • Daerah pinggiran bisa menjadi alternatif tapi perhatikan mengenai akses menuju lokasi (misal adanya jalan tol, kemudahan transportasi umum).
  • Pastikan lokasi properti tidak berada dipinggir kali, kuburan, atau tempat pembuangan sampah.
  • Sebaiknya tidak membeli rumah di kompleks dengan lahan terbatas. Karena pengembang akan kesulitan untuk menata lingkungannya dengan baik, sehingga menghambat potensi kenaikan harga.
Home sweet home...

Cara Menghitung NAB Reksadana

Dalam berinvestasi di reksadana, investor membeli unit penyertaan. Dimana harga persatuan unit dinyatakan dalam nilai aktiva bersih (NAB)

Contoh :

Seorang investor mempunyai dana sejumlah Rp. 50 juta untuk diinvestasikan pada suatu Reksa dana dimana harga perUnit (NAB) reksa dana tersebut senilai Rp. 1,000.
Maka jumlah Unit yang dimiliki investor tersebut adalah:

Rp. 50,000,000 / Rp. 1,000 = 50,000 Unit

Setelah berjalan selama Satu Tahun, NAB reksa dana tersebut naik menjadi Rp. 1,300
Maka keuntungan pertumbuhan yang didapat investor tersebut:

Rp. 1,300 – Rp. 1,000 = Rp. 300 x 50,000 unit = Rp. 15,000,000

Atau pertumbuhan sebesar 30% selama setahun dari nilai investasi awal

Cara menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB):

(Harga Asset + Dividen)- ( Management Fee + Selling Fee + Custodian Fee) /jumlah unit

Cara menghitung keuntungan (return) dari reksadana:

(NAB/unit awal - NAB/unit akhir) / NAB/unit awal

Wakala

Alamat-alamat Wakala:

  • Wakala Adina, Jl. M. Ali No.2 RT 003/04, kel. Tanah Baru, Depok 16426, telp (021) 7756071
  • Wakala Ribat Jakarta, Jl. H. Saidi IV No. 51A, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, telp (021) 75900412, hp 08111887005.
  • Wakala Griya Dinar Jl. Kemitbumen No. 5 Wijilan, Kraton, Yogyakarta. Telepon: (0274)7405454.

Info KPR dan KPA

Istilah-istilah dalam KPR & KPA

Ada dua hal utama yang menjadi perhatian nasabah KPR, yaitu menyangkut bunga dan angsuran. Besarnya bunga akan menjadi beban biaya, dan besarnya angsuran akan mempengaruhi cash flow bulanan.

Jenis-jenis bunga:

  • Bunga fixed : tingkat suku bunga tetap selama jangka waktu yang ditentukan.
  • Bunga flat : tingkat suku bunga dimana suku bunga tidak akan berubah selama jangka waktu yang ditetapkan.
  • Bunga floating : tingkat suku bunga menyesuaikan dengan bunga pasar.
  • Bunga efektif : tingkat suku bunga diperhitungkan dari sisa pokok pinjaman.
  • Annuitas in arrear : bunga diperhitungkan terhadap jumlah pokok yang menurun. Angsuran pertama dibayarkan 1 bulan sejak pencairan kredit (in arrear).

Jenis-jenis angsuran:

  • Angsuran tetap : angsuran per bulan di bayar tetap hingga pelunasan. Meskipun ada kenaikan ataupun penurunan tingkat suku bunga, tidak akan mempengaruhi jumlah angsuran. Kompensasinya adalah jangka waktu pelunasan. Apabila secara relatif suku bunga naik, maka jangka waktu pelunasan akan lebih lama. Sebaliknya apabila secara relatif suku bunga turun, maka jangka waktu pelunasan akan lebih cepat. Kelebihan sistem angsuran jenis ini adalah dari sisi stabilitas pembayaran.
  • Angsuran mengambang (floating) : angsuran per bulan disesuaikan dengan tingkat suku bunga yang berlaku. Pada saat suku bunga naik berarti jumlah angsuran pun akan mengalami kenaikan. Dan sebaliknya pada saat suku bunga turun, jumlah angsuran akan mengalami penurunan.
  • Angsuran suka-suka :angsuran per bulan di bayar bebas. Kompensasinya adalah biaya bunga yang akan dibayar lebih mahal, apabila secara relatif jumlah angsuran nilainya kecil. Dan sebaliknya apabila secara relatif jumlah angsuran nilainya besar, maka biaya bunga yang akan dibayar menjadi lebih kecil. Kelebihannya system angsuran ini adalah dari sisi fleksibilitas.

Menggapai Mimpi Melalui Investasi

Sekarang memang jaman serba instant. Setiap orang sepertinya merasa tidak punya cukup waktu, tenaga, dan kesabaran untuk sekedar menyeduh teh dalam teko panas sebelum siap disajikan. Atau meracik bumbu mie goreng dari bahan alami yang lebih jelas kualitas kesehatannya. Begitu pula halnya dalam berinvestasi. Meskipun 1001 modus penawaran investasi instant telah membuktikan kebobrokannya, tapi tidak juga membuat masyarakat jera. Dari yang dilakukan secara akal sehat dengan presentasi bisnis yang memikat dan meyakinkan, hingga cara penggadaan uang yang sulit untuk di nalar dengan akal sehat. Motivasi yang begitu besar untuk cepat menjadi kaya adalah penjelasan logis mengapa orang rela mencoba untuk menjadi korban berikutnya, dalam penipuan berkedok investasi ini.
Dalam ilmu investasi dikenal teori paten yang mengatakan bahwa dalam setiap return (imbal hasil) selalu mengandung risiko. Bahkan pada instrumen investasi bebas risiko sekalipun, deposito misalnya. Saat ini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya menjamin deposito dengan nilai maksimal 100 juta, sehingga selebihnya menjadi risiko deposan apabila bank mengalami kebangkrutan atau likuidasi. Pada prinsipnya adalah return yang akan tinggi akan diikuti dengan risiko yang tinggi pula. Perkembangan pada instrumen investasi yang semakin beragam kemudian menawarkan berbagai variasi return dan risiko yang berbeda.
Saat ini deposito memang menjadi produk investasi yang tidak lagi menarik. Seiring dengan penurunan suku bunga SBI, bunga deposito kini ditawarkan pada kisaran 5% hingga 7%. Jika dihitung dengan laju tingkat inflasi pada kisaran 7% dan dikurangi pajak 20% maka bukan lagi untung yang diperoleh para deposan tapi buntung. Karena itu apabila Anda tidak mempunyai waktu, tenaga dan pikiran yang cukup untuk menginvestasikan dana berlebih Anda pada sektor riil, mulai kenalilah berbagai instrumen investasi keuangan lain yang lebih menjanjikan dibanding deposito.

Check Up Cash Flow

Berapa sebenarnya pendapatan bersih Anda selama satu bulan? Lalu berapa sebenarnya yang harus Anda keluarkan untuk kebutukan pokok dan rutin setiap bulan? Masih adakah sisa dari pendapatan Anda yang bisa disisihkan, atau justru Anda harus menutupnya dengan hutang? Sebagian dari Anda pasti sulit untuk menjawab secara pasti. Segera lakukan check up terhadap aliran kas keluarga Anda! Jangan-jangan tanpa anda sadari, ternyata biaya shopping dan perawatan tubuh anda lebih besar dari tabungan pendidikan buah hati anda. Atau ternyata kontribusi hutang anda yang besar terhadap total pengeluaran, adalah untuk membiayai gaya hidup anda yang tinggi, home theatre berikut TV plasmanya, kamera digital tercanggih, atau membeli laptop yang manfaatnya buat anda tidak sebesar beban biaya yang harus anda tanggung. Apakah aliran kas anda hanya untuk membiayai kebutuhan yang habis dikonsumsi pada satu waktu saja, tanpa anda menyisakan untuk kepentingan proteksi dan investasi. Sehingga peningkatan kesejahteraan financial keluarga anda berjalan merambat seperti keong atau justru jalan ditempat. Selalu ada waktu untuk melakukan koreksi dan revisi, it’s better late then never.
Untuk itu Anda membutuhkan bantuan catatan aliran kas (cash flow) yang akan memerinci semua pendapatan dan pengeluaran Anda. Saya yakin sebagian besar dari Anda belum pernah melakukan pencatatan aliran kas, dengan berbagai sebab. Padahal sebenarnya aktivitas ini sangat diperlukan untuk memantau dan mengawasi setiap aliran dana keluar dan masuk dalam keluarga Anda, sekaligus sebagai acuan dalam mengevaluasi kesehatan keuangan keluarga Anda. Dalam hal ini Anda harus melibatkan pasangan Anda.
Cash flow yang Anda buat adalah catatan aliran kas keluarga Anda, baik yang berbentuk penerimaan ataupun pengeluaran. Jadi Anda tidak sedang membuat suatu penganggaran belanja keluarga Anda. Karena Anda sedang berusaha ingin mengetahui perilaku keuangan keluarga Anda selama ini, dan kemudian melakukan evaluasi. Apakah selama ini Anda telah memiliki aliran kas yang sehat. Untuk menghitung berapa besaran untuk setiap pos penerimaan dan pengeluaran Anda, buatlah sejujur mungkin dan ingat keterbukaan keuangan dalam keluarga sangat dibutuhkan untuk membuat pencatatan ini valid.
Tahap selanjutnya setelah Anda berhasil membuat cash flow keluarga Anda, segera lakukan check up! Pertama, perhatikan porsentase setiap pengeluaran dalam cash flow keluarga Anda. Setiap keluarga mempunyai prioritas yang berbeda dalam kebijakan pembelanjaan pendapatan mereka. Tapi akan sangat bijaksana kalau sebagian besar pendapatan Anda dialokasikan pada hal-hal yang bersifat primer, seperti kebutuhan pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan. Baru selanjutnya Anda dapat memprioritaskan kebutuhan untuk rekreasi, perabot, atau fashion. Jadi apabila Anda memiliki pos pengeluaran yang terlalu besar untuk rekreasi atau entertain misalnya, sebaiknya Anda segera merealokasi dana Anda. Memang tidak mudah merubah kebiasaaan, misal buat anda yang biasa makan diluar dengan menu mewah, harus belajar makan dirumah dengan menu masakan simbok atau hasil olahan anda sendiri. Kuncinya adalah pengendalikan diri dan berpikir rasional, untuk tidak membelanjakan pendapatan yang anda dapat dengan susah payah, untuk membeli sesuatu yang mendatangkan penyakit pada kantong anda. Kedua, hitung dengan tepat berapa porsentase kewajiban membayar hutang dalam pos pengeluaran Anda. Jika hutang Anda memberi kontribusi lebih dari 30% pada pengeluaran total Anda, sebaiknya Anda segera melakukan restrukturisasi hutang. Karena ini akan sangat mengganggu terpenuhinya kebutuhan hidup anda yang lain. Jangankan menabung, untuk membayar listrik saja jadinya susah! Penderitaan anda terlalu besar untuk menanggung beban bunga hutang anda. Lalu, bagaimana cara merestrukturisasi hutang anda?

  1. Jual asset yang ada untuk menutup hutang anda (prioritaskan asset yang tidak penting).
  2. Dahulukan membayar hutang dengan tingkat bunga tertinggi, misal kartu kredit.
  3. Kalau memang tidak ada asset yang bisa anda jual, usahakan untuk mengkonversi hutang anda dengan hutang tanpa bunga atau dengan bunga yang lebih lunak. Misal, pinjam ke saudara atau orang tua, pinjam ke koperasi.
Ketiga dan yang paling utama, jangan sampai setelah diakumulasi ternyata pengeluaran Anda lebih besar daripada pendapatan Anda. Kalau ternyata selama ini hal itu terjadi, Anda harus segera merevolusi kebijakan keuangan keluarga Anda. Jika tidak, anda tinggal menunggu waktu datangnya krisis ekonomi keluarga. Karena kemungkinan besar anda menutup defisit dengan hutang. Yang apabila terus dilakukan setiap bulan, hutang anda akan menumpuk setinggi tumpukan sampah di bojonggede! Sebaliknya jika Anda mengalami surplus pendapatan, apakah Anda telah menempatkan dana ini dengan tepat?

Anggarkan Belanja Keluarga Anda

Setelah selama satu bulan Anda telah berhasil membuat laporan kas keluarga Anda, melakukan check up atas kesehatan keuangan keluarga Anda, melakukan koreksi dan revisi atas kebijakan keuangan keluarga anda, lalu tahap selanjutnya adalah penganggaran. Perlunya penganggaran adalah sebagai pengendali perilaku Anda khususnya yang bersifat konsumtif. Dengan demikian sekalipun terjadi penyimpangan, tidak melebihi batas toleransi dari yang semestinya. Untuk itu Anda harus sangat cermat dalam membuat anggaran belanja keluarga Anda. Sekali lagi Anda harus melibatkan pasangan Anda, bahkan jika perlu melibatkan buah hati Anda. Anda tidak harus melakukan penganggaran setiap bulan, cukup buat sekali dan lakukan penyesuaian hanya apabila ada tambahan pengeluaran atau pendapatan yang signifikan berpengaruh terhadap aliran kas keluarga Anda. Anda harus memastikan bahwa untuk bulan-bulan ke depan, Anda akan membelanjakan pendapatan Anda sesuai dengan yang telah Anda anggarkan.
Dalam menyusun anggaran belanja keluarga Anda (table 1), untuk pos pendapatan, susunlah dari pendapatan yang paling pasti (pendapatan regular), hingga pendapatan yang tidak pasti (non regular). Hal ini untuk memastikan bahwa besarnya pengeluaran regular Anda sepadan dengan pendapatan regular Anda. Begitupula pada pos pengeluaran Anda, susunlah berdasar dari pengeluaran regular Anda hingga pengeluaran yang sifatnya tidak wajib setiap bulan (pengeluaran non regular). Ada kalanya pada beberapa orang pendapatan non regular lebih besar dari pendapatan regular, misalnya dari insentif bulanan atau uang lembur. Atau juga bagi Anda yang memiliki usaha sendiri. Namun pendapatan non regular ini sifatnya sangat fluktuatif dan sering kali diluar kendali kita. Untuk itu akan sangat mengkhawatirkan kalau Anda mengandalkan pendapatan ini guna membiayai pengeluaran regular Anda.
Dalam menyusun anggaran belanja keluarga Anda, pastikan Anda tidak mengalokasikan lebih dari 30% untuk kewajiban berupa hutang. Dan harus Anda yakini bahwa Anda tidak berhutang untuk hal-hal yang bersifat konsumtif. Kredit motor atau mobil bukan termasuk kredit konsumsi, jika dapat memberi hasil (produktif), misal kendaraan tersebut akan memberikan Anda kemudahan dalam mobilitas pekerjaan Anda. Begitu pula dengan kredit kepemilikan rumah (KPR), karena bunga yang Anda bayar tidak lebih tinggi dari kenaikan harga rumah. Sehingga selain anda mendapat manfaat yang besar dari fungsi rumah, ini sekaligus dapat menjadi sarana investasi Anda. Hal lain yang harus Anda perhatikan dalam melakukan anggaran hutang Anda adalah pastikan Anda tidak berhutang dengan kartu kredit, karena nilai dari bunga berbunga yang harus Anda bayar akan menguras kantong Anda! Sisa dari anggaran keluarga Anda dapat digunakan untuk membiayai keperluan keluarga baik yang bersifat regular maupun non regular. Untuk keperluan yang bersifat non regular Anda dapat menganggarkan lebih apabila Anda memperoleh pendapatan non regular yang lebih juga, dan sebaliknya. Satu catatan penting sebelum Anda menganggarkan hutang maupun keperluan Anda bulanan, anggarkan terlebih dahulu paling tidak 10% dari pendapatan Anda untuk ditabung. Dana cadangan sangat penting, terutama dalam kondisi darurat (force major). Idealnya Anda harus dapat menabung hingga nilai tabungan Anda senilai dengan 3 kali pengeluaran rutin Anda. Jika sudah lebih dari itu Anda dapat memikirkan investasi lain yang memberi imbal hasil lebih dari bunga tabungan Anda.
Anda harus memiliki komitmen yang tinggi dan konsisten untuk mematuhi apa yang sudah anda tetapkan dalam anggaran keluarga anda. Selalu berpikir jangka panjang dan mengabaikan keinginan emosional, untuk mematahkan penyelewengan yang akan anda lakukan. Tidak harus kaku untuk biaya yang menyangkut kesehatan dan pendidikan. Tapi katakan tidak untuk biaya hura-hura atau pembelian barang-barang yang sebenarnya tidak urgent. Mendidik diri menjadi baik memang susah, tapi bukan juga mustahil kan? anda akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan financial yang luar biasa, kalau anda berhasil mendisiplinkan diri anda. Satu tips penting, buat rekening tersendiri untuk menyimpan sebesar anggaran belanja anda tiap bulan. Dengan mulai membuat anggaran belanja keluarga, menunjukkan bahwa anda bertekad untuk mengendalikan kebutuhan, bukan kebutuhan yang mengendalikan anda.