Setelah selama satu bulan Anda telah berhasil membuat laporan kas keluarga Anda, melakukan check up atas kesehatan keuangan keluarga Anda, melakukan koreksi dan revisi atas kebijakan keuangan keluarga anda, lalu tahap selanjutnya adalah penganggaran. Perlunya penganggaran adalah sebagai pengendali perilaku Anda khususnya yang bersifat konsumtif. Dengan demikian sekalipun terjadi penyimpangan, tidak melebihi batas toleransi dari yang semestinya. Untuk itu Anda harus sangat cermat dalam membuat anggaran belanja keluarga Anda. Sekali lagi Anda harus melibatkan pasangan Anda, bahkan jika perlu melibatkan buah hati Anda. Anda tidak harus melakukan penganggaran setiap bulan, cukup buat sekali dan lakukan penyesuaian hanya apabila ada tambahan pengeluaran atau pendapatan yang signifikan berpengaruh terhadap aliran kas keluarga Anda. Anda harus memastikan bahwa untuk bulan-bulan ke depan, Anda akan membelanjakan pendapatan Anda sesuai dengan yang telah Anda anggarkan.
Dalam menyusun anggaran belanja keluarga Anda (table 1), untuk pos pendapatan, susunlah dari pendapatan yang paling pasti (pendapatan regular), hingga pendapatan yang tidak pasti (non regular). Hal ini untuk memastikan bahwa besarnya pengeluaran regular Anda sepadan dengan pendapatan regular Anda. Begitupula pada pos pengeluaran Anda, susunlah berdasar dari pengeluaran regular Anda hingga pengeluaran yang sifatnya tidak wajib setiap bulan (pengeluaran non regular). Ada kalanya pada beberapa orang pendapatan non regular lebih besar dari pendapatan regular, misalnya dari insentif bulanan atau uang lembur. Atau juga bagi Anda yang memiliki usaha sendiri. Namun pendapatan non regular ini sifatnya sangat fluktuatif dan sering kali diluar kendali kita. Untuk itu akan sangat mengkhawatirkan kalau Anda mengandalkan pendapatan ini guna membiayai pengeluaran regular Anda.
Dalam menyusun anggaran belanja keluarga Anda, pastikan Anda tidak mengalokasikan lebih dari 30% untuk kewajiban berupa hutang. Dan harus Anda yakini bahwa Anda tidak berhutang untuk hal-hal yang bersifat konsumtif. Kredit motor atau mobil bukan termasuk kredit konsumsi, jika dapat memberi hasil (produktif), misal kendaraan tersebut akan memberikan Anda kemudahan dalam mobilitas pekerjaan Anda. Begitu pula dengan kredit kepemilikan rumah (KPR), karena bunga yang Anda bayar tidak lebih tinggi dari kenaikan harga rumah. Sehingga selain anda mendapat manfaat yang besar dari fungsi rumah, ini sekaligus dapat menjadi sarana investasi Anda. Hal lain yang harus Anda perhatikan dalam melakukan anggaran hutang Anda adalah pastikan Anda tidak berhutang dengan kartu kredit, karena nilai dari bunga berbunga yang harus Anda bayar akan menguras kantong Anda! Sisa dari anggaran keluarga Anda dapat digunakan untuk membiayai keperluan keluarga baik yang bersifat regular maupun non regular. Untuk keperluan yang bersifat non regular Anda dapat menganggarkan lebih apabila Anda memperoleh pendapatan non regular yang lebih juga, dan sebaliknya. Satu catatan penting sebelum Anda menganggarkan hutang maupun keperluan Anda bulanan, anggarkan terlebih dahulu paling tidak 10% dari pendapatan Anda untuk ditabung. Dana cadangan sangat penting, terutama dalam kondisi darurat (force major). Idealnya Anda harus dapat menabung hingga nilai tabungan Anda senilai dengan 3 kali pengeluaran rutin Anda. Jika sudah lebih dari itu Anda dapat memikirkan investasi lain yang memberi imbal hasil lebih dari bunga tabungan Anda.
Anda harus memiliki komitmen yang tinggi dan konsisten untuk mematuhi apa yang sudah anda tetapkan dalam anggaran keluarga anda. Selalu berpikir jangka panjang dan mengabaikan keinginan emosional, untuk mematahkan penyelewengan yang akan anda lakukan. Tidak harus kaku untuk biaya yang menyangkut kesehatan dan pendidikan. Tapi katakan tidak untuk biaya hura-hura atau pembelian barang-barang yang sebenarnya tidak urgent. Mendidik diri menjadi baik memang susah, tapi bukan juga mustahil kan? anda akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan financial yang luar biasa, kalau anda berhasil mendisiplinkan diri anda. Satu tips penting, buat rekening tersendiri untuk menyimpan sebesar anggaran belanja anda tiap bulan. Dengan mulai membuat anggaran belanja keluarga, menunjukkan bahwa anda bertekad untuk mengendalikan kebutuhan, bukan kebutuhan yang mengendalikan anda.
Jumat, 04 April 2008
Anggarkan Belanja Keluarga Anda
Perencanaan Dana Pendidikan
Berapa kenaikan gaji Anda setiap tahun? Apakah sepadan dengan peningkatan kebutuhan keluarga yang dipastikan setiap tahun mengalami kenaikan. Bukan hanya karena inflasi yang menyebabkan harga barang-barang kebutuhan naik, namun juga bertambahnya kebutuhan keluarga, misalnya dengan bertambahnya usia anak yang berarti bertambahnya dana pendidikan yang harus disediakan. Sudah dipahami semua orang kalau di negeri ini pendidikan berkualitas masih menjadi hal yang mewah. Jangankan perguruan tinggi, untuk dapat menikmati layanan pendidikan berkualitas setingkat TK saja kita diharuskan membayar uang pangkal yang besarnya jutaan rupiah. Kondisi seperti ini menyebabkan banyak anak yang sebenarnya berpotensi, terpaksa harus ikhlas mendapatkan pendidikan berbiaya murah yang biasanya juga berkualitas murahan. Anda boleh saja berharap adanya peningkatan karier yang secara signifikan akan mengatrol pendapatan. Tapi cobalah untuk jujur menjawab, berapa peluang untuk bisa menjadi manajer misalnya diantara kompetisi yang demikian ketat, belum lagi perubahan kebijakan perusahaan yang bisa ikut menghambat percepatan karier. Bagi Anda yang seorang pengusaha, dan berharap usaha akan semakin maju sehingga secara signifikan mendongkrak income. Apakah Anda bisa memastikan hal itu akan terjadi, ditengah persaingan bisnis yang semakin menggila dan konsumen yang semakin selektif. Jawabnya adalah tidak ada sesuatu yang pasti untuk masa depan. Yang pasti adalah apa yang Anda miliki saat ini, dan mengelolanya sebaik mungkin untuk terjaminnya pendidikan putra-putri Anda di masa yang akan datang. Untuk itu lakukanlah perencanaan dana pendidikan buah hati Anda saat ini juga!
Keluarga pak Abu Hamid memiliki satu orang anak berusia dua tahun. Beliau merencanakan untuk menyekolahkan anaknya di salah satu perguruan tinggi ternama. Dari informasi yang didapat diketahui besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk uang masuk perguruan tinggi tersebut sebesar Rp 80.000.000,00. Berikut ini adalah beberapa pilihan perencanaan dana pendidikan yang bisa ditempuh oleh pak Abu untuk mewujudkan keinginannya tersebut.
1. Properti
Syarat terberat yang harus dipenuhi untuk berinvestasi di sektor ini adalah ketersediaan dana yang besar. Ya, untuk melakukan investasi di sektor ini butuh dana puluhan juta. Untuk rumah atau tanah, bisa dipastikan selalu mengalami kenaikan 10% atau bahkan lebih kalau Anda jeli memilih lokasi. Namun tanah bisa menghasilkan return lebih dibanding rumah, karena tidak ada dana perawatan. Untuk keluarga pak Abu, berapakah dana yang harus diinvestasikan untuk membeli tanah, guna mendapatkan hasil yang setara dengan Rp 80.000.000,00 pada 16 tahun yang akan datang yaitu usia disaat anaknya masuk perguruan tinggi? dengan kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata setiap tahun mencapai 10%, maka pada 16 tahun ke depan biaya untuk masuk perguruan tinggi yang diinginkan mencapai Rp 367.600.000,00. Dengan asumsi kenaikan harga tanah sama dengan kenaikan biaya pendidikan, maka pak Abu harus membeli tanah senilai Rp 80.000.000,00. Namun apabila pak Abu jeli dalam memilih lokasi, dan memperkirakan kenaikan harga tanahnya bisa mencapai 15% pertahun, maka pak Abu cukup menyediakan dana untuk membeli tanah yang minimal senilai Rp 39.333.200,00. Semakin tinggi estimasi kenaikan harga tanah/rumah setiap tahunnya, semakin kecil dana yang harus Anda anggarkan untuk membeli tanah/rumah pada saat ini.
2. Tabungan Pendidikan
Produk tabungan pendidikan adalah solusi bagi Anda yang tidak memiliki dana besar untuk berinvestasi pada property, disamping beberapa kelebihan lainnya. Pada umumnya bunga yang dijanjikan oleh pihak Bank untuk tabungan pendidikan lebih tinggi daripada tabungan biasa, namun dibawah bunga deposito. Tabungan pendidikan ini secara berkala mensyaratkan Anda untuk menyetor sejumlah nominal tertentu dengan batas waktu tertentu yang telah disepakati. Apabila Anda tidak menyetor hingga beberapa bulan tertentu sesuai peraturan, maka Anda akan dikenakan denda. Dengan demikian Anda terpaksa mendisiplinkan diri untuk bisa menabung setiap bulan, dan tidak mengambilnya hingga batas waktu akhir perjanjian. Karena apabila Anda mengambil sebelum waktunya, akan ada penalty yang berarti mengurangi keuntungan dari bunga yang Anda dapatkan. Keunggulan lain dari produk ini adalah adanya perlindungan asuransi, yang umumnya diberikan gratis tanpa Anda harus membayar permi. Sehingga apabila sebelum jatuh tempo Anda meninggal dunia, angsuran akan tetap dibayarakan hingga jatuh tempo. Untuk keluarga pak Abu, berapa besarnya angsuran perbulan yang harus dia setor ke rekening tabungan pendidikan, untuk mendapatkan uang senilai Rp 367.600.000,00 pada 16 tahun yang akan datang? Dengan asumsi suku bunga yang ditawarkan oleh pihak bank untuk tabungan pendidikan pak Abu adalah 5% per tahun maka setiap bulan pak Abu harus menabung sebesar Rp 1.294.895,00. Semakin tinggi bunga tabungan pendidikan yang bisa Anda dapatkan, semakin kecil dana yang harus Anda anggarkan untuk ditabung setiap bulannya. Kekurangan utama dari produk tabungan pendidikan ini adalah kecilnya bunga yang Anda terima, sehingga kemungkinan besar tidak bisa meng-cover kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata tiap tahun megalami kenaikan 10%.
3. Reksadana
Bagaimana caranya dengan dana yang minim Anda bisa mendapatkan keuntungan yang hasil akhirnya senilai dengan kebutuhan dana pendidikan buah hati Anda. Dengan kata lain Anda membutuhkan produk perencanaan pendidikan yang minimal memberi imbal hasil hasil setara dengan dengan kenaikan biaya pendidikan. Jawabnya adalah dengan berinvestasi di reksadana. Atau lebih tepatnya lagi reksadana saham, karena horizon waktu Anda bersifat jangka panjang yaitu 16 tahun. Reksadana saham adalah produk investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi jangka panjang. Rata-rata return yang dijanjikan mencapai 14% per tahun, lebih tinggi dari kenaikan biaya pendidikan. Keistimewaan lain adalah, barrier to entry untuk memiliki produk ini murah, dan sistem keikutsertaannya pun fleksibel. Anda bisa memilih membeli secara berkala tiap bulan, atau membeli jumlah tertentu yang nantinya akan setara dengan kebutuhan dana pendidikan buah hati Anda. Untuk keluarga pak Abu, misalnya beliau menginginkan membeli secara berkala tiap bulan. Maka dana yang harus dibayar untuk membeli produk reksadana saham setiap bulan dengan asumsi return 14% jangka waktu 16 tahun adalah Rp 600.889,00. Kelemahannya adalah produk reksadana ini tidak dilengkapi dengan asuransi. Sehingga apabila memilih menyetor secara berkala, dan meninggal dunia sebelum batas waktu akhir perencanaan dana pendidikan, setoran terancam terhenti. Karena itu, apabila memilih skema perencanaan dana pendidikan melalui reksadana yang dibayar secara berkala, sebaiknya dilengkapi dengan asuransi jiwa. Atau kalau menginginkan produk asuransi yang dikombinasi dengan reksadana Anda dapat memilih Unitlink. Kembali pada kasus pak Abu, bagaimana apabila pak Abu menginginkan sekali beli reksadana saham dengan jumlah tertentu yang setara dengan kebutuhan dana pendidikan 16 tahun ke depan, dengan asumsi return 14% maka dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 45.176.353,00. Semakin tinggi return yang bisa dihasilkan produk reksadana Anda maka semakin kecil dana yang harus disetor atau semakin besar dana yang akan Anda terima nantinya.
Selamat merencanakan dan mewujudkan masa depan penuh harapan bagi buah hati Anda!
Saham
Ini dia jenis instrumen investasi yang menjanjikan banyak mimpi indah sekaligus mimpi buruk buat Anda.Ya, saham adalah instrumen investasi dengan risiko relatif tinggi namun juga mampu memberikan return yang relatif tinggi pula. Hingga saat ini tercatat 350-an saham yang beredar di
Kelemahan dari investasi pada saham adalah modal yang dibutuhkan relatif besar dan dibutuhkan perhatian ekstra untuk selalu mempelajari, mengamati dan mengikuti pergerakan harga saham (strategi aktif) untuk memperoleh return yang optimal. Sebaliknya apabila Anda memilih strategi pasif (membeli dan menyimpan) maka Anda harus bersabar untuk menunggu waktu yang relatif lama guna menuai return yang optimal.
Reksadana
Reksadana adalah produk inovatif yang mengundang perhatian dan minat banyak investor. Nilai Aktiva Bersih-nya pernah mencapai angka spektakuler pada bulan Februari 2005 yakni sebesar Rp 110,7 triliun. Dan setahun kemudian menukik tajam bak roller coaster hingga mencapai titik terendah Rp 26,20 triliun. Sebuah harga dari proses pembelajaran investor yang terlalu mahal untuk dibayar. Namun lambat laun pamor reksadana kembali terangkat, seiring dengan meningkatnya pemahaman investor tentang produk reksadana. Sebenarnya reksadana adalah instrumen investasi yang ideal, karena menawarkan beberapa variasi produk dengan pilihan tingkat risiko dan return yang berbeda-beda. Sehingga Anda dapat memilih satu atau beberapa produk reksadana yang sesuai dengan kebutuhan return dan karakter risiko Anda. Modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi pada reksadana juga relatif kecil dan memiliki likuiditas yang tinggi. Disamping itu Anda tidak perlu mengeluarkan banyak waktu dan pikiran untuk mengawasi investasi Anda, karena produk reksadana adalah produk investasi yang ditawarkan oleh perusahaan sekuritas dengan manajer investasi (MI) handal yang bertugas untuk mengelola dana Anda. Maka cermati dengan teliti reputasi dari perusahaan sekuritas ataupun MI yang akan mengelola investasi reksadana Anda. Satu lagi kelebihan utama dari produk reksadana adalah bebas dari pajak.
1. Reksadana Pasar Uang
Investasi pada produk reksadana ini dialokasikan pada efek pasar uang. Portofolionya bisa meliputi SBI, deposito, atau
2. Reksadana Pendapatan Tetap
Minimal 80% investasi pada produk reksadana pendapatan tetap dialokasikan pada instrumen obligasi. Jadi yang dimaksud dengan pendapatan tetap bukan dari sisi return tapi dari sisi portofolionya. Produk reksadana pendapatan tetap pernah mengalami masa suram ketika terjadi redemption (pencairan) besar-besaran akibat penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB). Hal ini terjadi karena kesalahan persepsi investor yang menganggap produk reksadana ini sejenis dengan deposito, dimana tingkat keuntungan yang akan diterima tetap. Faktanya tingkat keuntungan pada reksadana pendapatan tetap bersifat fluktuatif. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi harga obligasi yang disebabkan oleh beberapa hal, utamanya adalah karena perubahan tingkat suku bunga pasar (BI rate). Pada saat suku bunga naik, maka harga obligasi akan turun dan diikuti pula dengan penurunan tingkat keuntungan, begitu pula sebaliknya. Investasi pada produk reksadana pendapatan tetap cocok untuk kebutuhan investasi jangka menengah (1 sampai dengan 3 tahun). Karena untuk jangka pendek Anda akan menanggung risiko gejolak obligasi yang biasanya terjadi dalam jangka pendek.
3. Reksadana Campuran
Alokasi investasi pada reksadana campuran bersifat campuran yaitu pada saham dan obligasi. Kelebihan dari strategi investasi ini adalah apabila pasar saham sedang bullish yang biasanya diikuti dengan lesunya pasar obligasi, maka MI dapat menempatkan sebagian besar dananya pada saham untuk mengantisipasi risiko penurunan harga obligasi. Begitu pula yang terjadi sebaliknya. Karena itu produk reksadana ini mampu memberikan tingkat return yang lebih tinggi dibanding reksadana pasar uang atau pendapatan tetap, namun demikian pula halnya dengan risiko yang harus ditanggung investor. Reksadana campuran cocok untuk kebutuhan investasi jangka panjang (3 sampai dengan 5 tahun).
4. Reksadana Saham
Ini adalah produk reksadana yang mampu memberi return tertinggi dibanding produk reksadana lainnya, namun setimpal pula dengan risiko yang harus dihadapi investor. Portofolio dalam produk reksadana ini terdiri dari beberapa saham pilihan MI. Karena produk reksadana ini berbasis pada saham, maka volatilitas NAB reksadana ini pun tinggi saperti halnya saham. Karena itu produk ini tidak cocok untuk investasi jangka pendek. Sedangkan untuk jangka panjang saham membuktikan mampu memberikan return lebih tinggi dibanding instrumen investasi lainnya (lebih dari 5 tahun).
Untuk mengetahui daftar Manager Investasi beserta produk-produk Reksadana, company profile dari semua perusahaan sekuritas yang terdaftar di BAPEPAM, bisa diperoleh melalui situs www.bapepamlk.depkeu.co.id kemudian klik pusat informasi reksadana.
Emas
Untuk berinvestasi pada emas jenis batangan memang membutuhkan modal tidak sedikit, disamping terkadang menemui masalah likuiditas dan rentan penipuan mengenai kadarnya. Tapi alhamdulillah saat ini mulai marak wakala yang menawarkan jual beli dinar atau koin emas. Koin emas yg diperdagangkan adalah koin buatan Logam Mulia, unit usaha PT Aneka Tambang Tbk atas pesanan World Islamic Trading Organization (WITO). Rata-rata kenaikannya dalam setahun mencapai 29,34%.
Untuk membeli satuan terkecil dari dinar ini kita hanya mengeluarkan modal investasi ratusan ribu saja. Untuk mendapat informasi lebih jelas mengenai wakala dan dinar atau koin emas, bisa di pelajari lewat situs http://www.islamhariini.org. Melalui website ini juga bisa diperoleh informasi perubahan harga dinar harian.
Property
Investasi di sektor properti memang selalu menjanjikan, karena dapat dipastikan harga tanah dan bangunan (yang terawat) akan selalu mengalami kenaikan setiap tahun. Kunci utama untuk mengoptimalkan return dan meminimalkan risiko dari investasi di sektor ini adalah kejelian mengestimasi prospek ke depan dari lokasi. Kelemahan dari instrumen investasi ini adalah modal yang dibutuhkan relatif besar dan menyangkut masalah likuiditas (kecepatan dan kemudahan proses pencairan dana).
Hal lain yang harus diperhatikan adalah sektor properti sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga. Pada saat suku bunga naik dan melebihi kenaikan harga properti, investor tentunya lebih senang membenamkan dananya di deposito atau semacamnya. Developer juga akan menyikapi kenaikan suku bunga ini dengan menaikkan harga jual. Turunnya permintaan dan harga yang menjadi semakin tak terjangkau akan berdampak pada lesunya sektor properti. Karena itu waktu yang tepat untuk masuk ke sektor properti adalah ketika suku bunga rendah.
Investasi di sektor properti ini juga sebaiknya dilakukan secara tunai, bukan dengan jalan KPR. Sebab suku bunga KPR Anda akan adu cepat dengan kenaikan harga properti. Mungkin masih ada selisih (spread) apabila properti tersebut disewakan, tapi returnnya tidak lagi menarik. Belum lagi risiko kerusakan rumah akibat disewakan yang sering menimpa pemilik.