Rabu, 20 Maret 2013
Mencari Uang vs Melindungi Uang
Coba cermati berbagai berita ekonomi di surat kabar belakangan ini. Cukup menyeramkan. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) merosot tajam. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga anjlok. Inflasi meningkat. Suku bunga mulai meroket. Dan yang paling anyar, sebuah lembaga sekuritas ternama di Amerika Serikat, menyatakan dirinya bangkrut, setelah tidak kuat menanggung derita kerugian akibat subprime
Relasi dengan Uang
Relasi dengan uang? Mungkin Anda bertanya apa pula maksudnya kalimat ini. Tidak perlu berpikir terlalu jauh. Relasi dengan uang sebenarnya merupakan salah satu faktor yang menentukan kesuksesan seseorang dalam pengelolaan keuangan. Seperti kehidupan berumah tangga, apakah relasi antara suami dan istri berlangsung secara hangat, dingin-dingin saja, atau malah sating tidak peduli. Relasi dengan
Emotionfinance
Umpamakan Anda tengah berjalan-jalan di suatu mal bersama handai tolan, lalu melihat ada sepatu bagus, apakah Anda langsung ingin membelinya? Atau, ketika Anda sedang dalam perjalanan, lalu mendengar iklan radio bahwa di sebuah mal tengah diselenggarakan pesta diskon besar-besaran, apakah kemudian Anda akan membelokkan kendaraan Anda dan segera menuju mal tersebut? Atau, tatkala Anda diajak
Keputusan Keuangan
Setiap orang pasti pernah membuat keputusan keuangan, bahkan sejak seseorang mulai mengenal uang. Bisa ketika masih duduk di Sekolah Dasar, ataupun bahkan sebelum itu. Seorang anak yang diberikan uang jajan, misalnya, sudah diberi kebebasan untuk membeli makanan apa yang disukainya atau malah uang tersebut disimpan dan ditabung. Jadi, keputusan keuangan tidak terkait dengan usia seseorang.
Menjadi Kaya atau Sejahtera?
Menjadi kaya atau sejahtera? Sebagian dari Anda mungkin akan bertanya, apa bedanya kaya dengan sejahtera? jadi Anda akan beranggapan bahwa hakekat kaya dan sejahtera sama saja. Hidup senang, bisa beli apa saja. Tidak kekurangan uang dan lain sebagainya. Tapi, apa benar demikian? Ternyata tidak. Kaya dan sejahtera adalah dua kondisi yang sangat berbeda. Kaya belum tentu sejahtera dan
Logika Kekayaan
Anda tentu pernah mendengar kisah orang-orang yang sukses di usia muda. Atau orang-orang yang dulunya tidak punya apa-apa, ujung-ujung menjadi kaya raya. Kenapa mereka bisa demikian? Kalau Anda penganut paham mistik, mungkin akan menuduh mereka memelihara tuyul atau babi ngepet atau menggunakan "aji-aji sumber kaya". Tapi, kalau Anda menggunakan rasionalitas, tentu Anda akan menyelidiki
Mempertahankan Kekayaan
Segmen keempat dalam perjalanan "kekayaan" adalah bagaimana mempertahankan kekayaan yang sudah diraih. Segmen ini merupakan fase kematangan, kekayaan yang telah diperoleh dan bahkan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, bisa dipertahankan untuk memberikan makna bagi pemilik kekayaan tersebut. Seperti orang lapar Ada saatnya mencari makan, lalu kalau makanannya enak, boleh sedikit meminta
Langganan:
Postingan (Atom)